Universitas Airlangga Official Website

Tips dan Trik Copywriting yang Efektif dan Memikat

Nabila Aisyah dalam Webinar Copywriting DPKKA. (Foto: Istimewa)
Nabila Aisyah dalam Webinar Copywriting DPKKA. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWSDirektorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, Dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga (UNAIR) rutin menggelar webinar untuk meningkatkan keterampilan baik hard skill maupun soft skill mahasiswa dan alumni. Pada Selasa (9/7/2024), webinar DPKKA mengulas terkait copywriting. Nabila Aisyah, seorang digital media planner, membahas materi tersebut secara komprehensif.

Nabila memperkenalkan copywriting sebagai kegiatan menulis kreatif yang bermaksud untuk merayu dan membujuk calon pelanggan agar melakukan pembelian. Singkatnya, copywriting adalah proses mengiklankan produk melalui rangkaian kata.

Sebagai sarana iklan, Nabila menekankan bahwa copywriting harus menarik. Copywriting bukanlah artikel berita atau esai yang formal dan kaku. Adapun gaya bahasa pada copywriting dapat menyesuaikan dengan penggunaan media publikasi.

“Beda platform, beda juga cara kita menyampaikan copy. Kita harus mengenali karakter konten pada masing-masing platform. Misalnya kalau tiktok, kita desain copy yang menghibur, sedikit receh mungkin, dan memantik tren. Di Instagram, Facebook, Youtube mungkin perlu strategi yang berbeda. Jadi menyesuaikan dengan konten-konten yang banyak disukai di platform tersebut,” jelas Nabila.

Nabila mengungkapkan bahwa ia menggunakan konsep KASIAN BAGINDA. Itu adalah singkatan dari kenapa, apa, siapa, kapan, bagaimana dan di mana. Nabila menggunakannya untuk merumuskan iklan yang memikat.

Unsur pertama adalah ‘kenapa’, yaitu berkaitan tujuan dari iklan yang bersangkutan. Selanjutnya, ‘apa’, berkaitan dengan harapan capaian dari iklan. Lalu ‘siapa’, berkaitan dengan target iklan, dan ‘kapan’ berkaitan dengan waktu publikasi iklan. Sementara itu, ada pula ‘bagaimana’ yang berkaitan dengan upaya atau strategi pengiklanan, serta ‘dimana’ yang berkaitan dengan penggunaan platform untuk media iklan.

Menurut Nabila, konsep ‘KASIAN BAGINDA’ mampu mengoptimasi strategi konten iklan dengan baik. Dengan menggunakannya, maka tergambar jelas tujuan dan rincian iklan. Hal tersebut sangat penting untuk menentukan bagaimana arah iklan yang hendak ditayangkan.

“KASIAN BAGINDA ini akan memunculkan objective atau tujuan jelas dari iklan. Misalnya iklan bertujuan untuk meningkatkan awareness penonton atau bahkan ingin viral, maka kita bisa fokus untuk mendesain iklan yang menghibur, kontroversial, emosional, tetapi tetap informatif,” ungkapnya.

Selanjutnya, Nabila juga memberi tips agar tulisan bahan iklan lebih memantik minat calon pelanggan. Ia menyarankan untuk menggunakan bahasa slang yang populer, rima, plesetan, dan perumpamaan. Menurutnya, unsur-unsur tersebut mampu membuat konten menjadi lebih dekat dan akrab, serta mudah diingat oleh audience.

Sebagai penutup, Nabila menganjurkan untuk sering-sering melakukan latihan dan memperkaya referensi. Latihan secara rutin akan membantu dalam mengasah keterampilan menulis, sementara memperkaya referensi akan membuka wawasan baru dan memberikan inspirasi yang beragam. Dengan demikian, kombinasi dari keduanya akan menciptakan tulisan yang lebih kaya, bermakna, dan dapat menarik minat pembaca. Nabila juga menekankan pentingnya tetap konsisten dan tidak mudah menyerah dalam proses ini, karena menulis adalah keterampilan yang berkembang seiring waktu dan pengalaman.

Penulis: Elsa Hertria Putri:

Editor: Khefti Al Mawalia