UNAIR NEWS – Sebagai upaya menggali wawasan dan strategi yang diperlukan untuk mengarungi perjalanan karir yang sukses, Program Pascasarjana Universitas Airlangga menggelar seminar bertajuk “Navigasi Karir: Menemukan Keseimbangan Menuju Kesuksesan Melalui Perubahan Pekerjaan.” Acara itu dihadirkan sebagai wadah bagi para profesional, mahasiswa, dan individu yang tertarik memahami dinamika dunia kerja serta mengembangkan potensi diri untuk meraih kesuksesan dalam karirnya.
Dengan mengusung tema yang relevan dan aktual, seminar ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi peserta untuk merinci langkah-langkah kritis dalam merencanakan dan merancang perjalanan karir mereka. Acara ini menghadirkan Mira Nur Mutia SP MM CPM CAC MSID selaku learning consultant profesional yang akan membagikan pengalaman serta pengetahuannya di berbagai bidang yang akan memberikan wawasan berharga.
Kenali Diri dan Kekuatan
Sebelum menentukan karir kedepannya, ada baiknya kita melakukan pemahaman diri terlebih dahulu dengan memahami minat dan bakat. Mira sapaan akrabnya, menjelaskan cara yang dilakukan sebagai langkah awal untuk menavigasi karirnya.
“Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengenal diri lebih dalam. Namun cara yang terbilang ampuh dan sudah dibiasakan oleh orang tua saya sejak kecil adalah dengan melakukan psikotest. Karena dengan melakukan psikotest, kita bisa mengetahui basic keahlian kita ada dimana. Kalau ada kesempatan boleh sesekali untuk mencoba ikut talent mapping, psikotest, atau strength base test,” ucap Mira.
Cara lain yang bisa digunakan adalah sering berdialog dengan diri sendiri. Namun bagi beberapa orang cara ini tidak menjadi efektif karena kurangnya bantuan pihak lain. Dengan bantuan seorang profesional seperti psikolog bisa menjadi landasan utama kita untuk dapat menentukan jalan karir yang ingin kita tempuh.
Cintai Pilihan Anda
Setelah kita berhasil menentukan pada bidang apa karir kita berlabuh, kita harus senantiasa mencintai pekerjaan pilihan kita tersebut. Mindset ini penting untuk kita terapkan agar kita tidak merasa jenuh dengan pekerjaan kita. Apabila kita sudah mencintai pilihan kita tersebut, ketika sedang berada dalam tekananpun kita akan tetap menikmati prosesnya.
“Do not love your company but love your job. Ketika kamu mencintai pekerjaanmu, kamu akan bisa memberikan kontribusi. Performa kita seiring berjalanya waktu juga akan meningkat dengan sendirinya. Dengan begitu kita akan terhindar dari rasa stress dan stuck disitu-situ saja,” tutur Mira.
Baginya, ketertarikan pada pekerjaan membawa kontribusi maksimal dimanapun kita bekerja. Performa yang meningkat seiring waktu adalah hasil alami dari cinta terhadap pekerjaan. Dengan pendekatan itu, kita bisa terhindar dari stres dan rasa terjebak, menjadikan setiap tekanan sebagai bagian dinikmati dalam perjalanan karir. Mira mengajak lihat pekerjaan sebagai panggilan, bukan sekadar rutinitas, agar setiap langkah membawa kepuasan dan prestasi.
Penulis: Naufal Hilmi F.
Editor: Khefti Al Mawalia





