Universitas Airlangga Official Website

Tips Menjaga Performa Kuda Pacu Tetap Optimal

UNAIR NEWS – Kuda pacu merupakan salah satu jenis olahraga unggulan yang membutuhkan perhatian dari dokter hewan. Kesehatan kuda sangat mempengaruhi performa dan kehandalan kuda dalam kompetisi. Melalui Kuliah Tamu Pemeliharaan Kesehatan Kuda Pacu, Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi mengajak calon veteriner masa depan menggali lebih dalam topik itu. Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui Zoom Meeting pada Sabtu (18/5/2024).

M Deny Sapto Prasetya DVM selaku pemateri mengatakan kuda adalah hewan monogastrik yang dengan pengunyahan yang secara alami lebih efisien. Dalam satu kali takaran pakan kuda membutuhkan waktu 26 hingga 36 jam mencerna jerami dan konsentrat. Pemilihan pakan memengaruhi kesehatan kuda. 

Energi yang dihasilkan dari pencernaan pakan berfungsi untuk melakukan aktivitas dan mengisi kebutuhan energi (kkal). Komponen ketercukupan nutrisi minimum yaitu protein dengan kadar 10,5 pers sampai 16 persen dan air sebanyak 30 hingga 50 L/hari pada 500 Kg BB.

“Kuda juga membutuhkan serat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan yang baik. Mineral untuk pertumbuhan, kehamilan, laktasi, olahraga. Juga Vitamin dalam memenuhi energi dan metabolisme,” katanya.

Kuda pacu berbeda dengan kuda pekerja. Pengembangan umum kuda pacu bermula dari berjalan, paddock, latihan hingga mengikuti kompetisi. Namun, kuda pacu harus melewati tiga skala latihan. Latihan dasar seperti ritme, loosenes, dan kontak. Fase pengembangan pulsing power mulai dari kontak, impulsif, dan kelurusan berjalan. Terakhir fase pengembangan carrying power melalui collection

Pengecekan kesehatan kuda pacu sebelum kompetisi merupakan hal mutlak agar kuda tidak terkena eliminasi dari tim juri. Kuda dengan indikasi penyakit menular, batuk dan gangguan pernafasan tanpa penyebab yang jelas dilarang ikut berkompetisi. Kuda dengan keadaan kesehatan kurang baik akan mengakibatkan performa yang tidak optimal.

“Pastikan kuda tidak diare, gangguan saraf, pembengkakan kelenjar limfatik, maupun demam lebih dari 38,5 °C,” tuturnya.

Secara keseluruhan performa kuda pacu optimal dengan keseimbangan nutrisi, kondisi kesehatan yang bagus, dan tanpa gangguan pergerakan. Kuda pacu juga harus mendapatkan pelatihan dan istirahat secara rutin untuk pemulihan tenaga.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Khefti Al Mawalia