UNAIR NEWS – Dalam dunia perkuliahan, tentu mahasiswa UNAIR tidak asing dengan artikel ilmiah. Bisa dibilang, artikel ilmiah merupakan makanan sehari-hari mahasiswa. Namun, tidak jarang mahasiswa masih kesulitan untuk menulis artikel ilmiah. Kalau kamu termasuk salah satu yang masih bingung, yuk simak tips menulis berikut ini!
Tentukan Judul
Judul menjadi pondasi dasar dari artikel ilmiah. Seseorang tentu tidak bisa menulis artikel kalau ia tidak punya judul. Dengan menemukan judul, mahasiswa sudah bergerak satu langkah untuk menulis artikel ilmiah.
Darimana kita bisa mendapatkan judul? Pada dasarnya, ide untuk membuat judul bisa datang dari mana saja, bisa melalui keresahan pribadi, hasil diskusi dengan teman, atau permasalahan sehari-hari.
Kalau teman-teman masih kebingungan, kalian bisa mulai berdiskusi dengan dosen atau teman. Setelah itu, masukan dari mereka bisa kalian kembangkan sendiri nantinya.
Buat Outline
Outline atau kerangka tulisan dapat diibaratkan sebagai kerangka bangunan. Bangunan tentu tidak bisa berdiri tegak jika rangkanya tidak sesuai. Begitupun dengan tulisan. Tulisan yang baik tersusun dari kerangka yang baik pula.
Secara umum, artikel ilmiah tersusun dari lima kerangka, yaitu pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, pembahasan, dan kesimpulan. Namun, kerangka tersebut bisa menyesuaikan dengan kebijakan program studi masing-masing.Â
Selain itu, tujuan dari membuat outline supaya tulisan teman-teman menjadi lebih terarah sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
Cari Referensi
Saat menulis artikel ilmiah, mahasiswa tentu membutuhkan berbagai referensi untuk mendukung argumennya. Selain itu, referensi tersebut juga untuk meyakinkan pembaca kalau argumen teman-teman ada landasannya.
Referensi yang digunakan biasanya menggunakan jurnal, baik jurnal nasional maupun internasional. Carilah jurnal nasional yang sudah terindeks sinta dan jurnal internasional terindeks scopus.
Referensi yang teman-teman gunakan juga perlu dicantumkan, biasanya dalam bentuk sitasi dan daftar pustaka. Dengan menulis sitasi dan daftar pustaka, teman-teman juga turut menghargai pemikiran penulis sebelumnya.
Diskusi, Diskusi, dan Diskusi
Saat menulis artikel ilmiah, ada kalanya teman-teman mengalami stuck atau buntu. Untuk mengatasinya, teman-teman bisa berdiskusi dengan teman sebaya, kakak tingkat, atau dosen pengampu mata kuliah.
Diskusi dapat menjadi media bertukar pikiran teman-teman untuk menambah wawasan. Dengan begitu, teman-teman dapat menggunakan berbagai perspektif saat menulis artikel ilmiah.
Penulis: Adil Salvino Muslim
Editor:Â Nuri Hermawan
Baca Juga: SIKIA Writing Class Ulas Tips Menulis yang Baik dan Benar





