Universitas Airlangga Official Website

Tips Temukan Research Gap dalam Penelitian

Workshop bertajuk Research Camp dengan narasumber Sulistya Rusgianto melalui zoom meeting. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS – Guna meningkatkan keterampilan penelitian menuju generasi milenial dengan bakat menulis yang lebih baik, Divisi Keilmuan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam Universitas Airlangga menyelenggarakan workshop bertajuk Research Camp. Kegiatan itu berlangsung pada pada Minggu 13 November 2022, melalui zoom meeting.

Sulistya Rusgianto SE MIF PhD, seorang dosen dan peneliti dari Departemen Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga. Sulistya menjelaskan bahwa sebuah penelitian memiliki proses besar dan dimulai dari bidang minat. Maka hal awal yang perlu dilakukan adalah menentukan bidang riset. Langkah berikutnya adalah observasi dan preliminary study atau kajian awal.

“Kajian awal bisa dilakukan dengan cara melihat jurnal terbaru, mencari data dan informasi terbaru serta sebagainya,” ujar Sulistya.

Kemudian, peneliti perlu menentukan masalah yang akan diteliti, dilanjutkan dengan critical literature review dan research gap atau celah penelitian yang dapat dimasuki oleh seorang peneliti berdasarkan pengalaman atau penelitian terdahulu. Peneliti juga perlu memilih strategi research gap yang sesuai.

Sulistya menjelaskan bahwa research gap dapat dibangun dengan tiga hal yaitu, ide baru, data baru dan metode baru. Dosen FEB tersebut juga memberikan tips atau cara untuk menemukan dan belajar menyusun kesenjangan penelitian dari artikel jurnal.

Pertama, adalah menelaah abstrak dan memperhatikan bagian tujuan, metode, temuan dan implikasi. Dari sini peneliti dapat mengetahui apakah jurnal tersebut sesuai dengan topik penelitiannya.

Kedua, jika sudah sesuai, maka berlanjut ke introduction atau background of study dan mencari kata kunci seperti ‘gap’, ‘however’, ‘not addressed’, ‘lack of’ untuk membangun research gap milik diri sendiri. “Kata-kata however, not addressed dan sebagainya itu berarti adalah masalah yang belum dijawab, maka gunakan temuan tersebut untuk membangun research gap atau mencari celah permasalahan atau metode yang belum disentuh oleh peneliti lain tersebut,” jelas peneliti sekaligus Dosen FEB itu.

Tips yang ketiga adalah peneliti bisa menemukan kalimat atau kata kunci berupa saran untuk peneliti selanjutnya yang biasanya terdapat pada bagian kesimpulan jurnal. Kalimat atau kata kunci tersebut bisa berupa kekurangan atau limitasi dari penelitian. Contoh kalimat bisa seperti, suggestions for future research, limitation of the study dan sebagainya.

Penulis: Jihan Aura

Editor: Khefti Al Mawalia