Universitas Airlangga Official Website

Tips Tingkatkan Kemampuan Public Speaking

Sesi penyampaian materi oleh Teuku Daffa selaku pembicara (Foto: Dok. Panitia EDTalk)

UNAIR NEWS – ESGI Dataset Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan EdTalk: ESGI Dataset Talk episode Upgrade Skill Public Speaking Bareng Kak Daffa. Acara tersebut diselenggarakan secara daring via Zoom Meeting pada Sabtu (11/4/2026). 

Public Speaking Coach sekaligus Content Creator Teuku Daffa mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen mahasiswa memiliki kebiasaan takut berbicara di depan umum. Menurutnya, hal tersebut adalah pola pikir yang menuntut kesempurnaan sebelum berani mulai berbicara. “Biasanya mahasiswa cenderung terlalu banyak berpikir sebelum tampil dan merasa bahwa ia belum cukup baik untuk berbicara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Daffa menjelaskan bahwa terdapat beberapa teknik untuk memulai berbicara di depan umum. Salah satunya adalah teknik pernapasan 4-7-8 yang dapat membantu mengatasi rasa gugup.

“Nah, sebenarnya, teman-teman, hormon adrenalin akan muncul ketika kita merasa deg-degan atau gugup. Melalui teknik ini, kalian bisa menarik napas selama 4 detik, menahannya selama 7 detik lalu melepaskannya selama 8 detik,” ujarnya.

Ia menambahkan beberapa teknik lain untuk mengatasi rasa gugup. Di antaranya dengan melakukan latihan kecil seperti berbicara di depan kaca agar terbiasa dengan ekspresi dan cara penyampaian materi. Selain itu, fokus pada pesan yang ingin disampaikan menjadi hal penting. Agar perhatian saat berbicara tidak terpusat pada rasa takut.

Datang lebih awal ke lokasi guna memudahkan adaptasi dengan suasana juga menjadi aspek penting. “Kita juga butuh penguasaan komunikasi teman-teman. Baik itu komunikasi verbal dan nonverbal yang sering digunakan untuk public speaking,” paparnya.

Tak kalah penting, Daffa memaparkan strategi untuk membangun rasa percaya diri di depan audiens. Menurutnya, prinsip 3x latihan, 1x tampil mantap dengan berlatih di depan kaca, simulasi bersama teman, dan merekam suara ketika berbicara terbukti efektif meningkatkan rasa percaya diri. 

“Rumusnya kalau kamu mau tampil sekali, berarti kamu harus latihan 3 kali. Jadi, misalnya kamu harus tampil 2 jam, berarti kamu harus latihan 3 kali 2 jam di depan keluarga, di depan teman, dan juga di depan kaca,”  jelasnya.  

Selain itu, ia juga memperkenalkan teknik STOP (Stay Calm, Picture Success). Caranya adalah dengan mengambil jeda sejenak sebelum mulai mempresentasikan materi serta membayangkan proses presentasi berjalan lancar. Teknik tersebut bisa membantu membangun sugesti positif.

Terakhir, Daffa mengungkapkan adanya prinsip FEED (Feedback, Evaluate, Elevate, Do Better). Yaitu dengan cara meminta masukan serta evaluasi kepada audiens agar kualitas presentasi di kesempatan berikutnya dapat diperbaiki.“Seorang public speaker itu harus bisa terus-menerus meminta feedback,” pungkasnya. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara 

Editor: Yulia Rohmawati