Universitas Airlangga Official Website

UKMKI UNAIR Hadirkan Inspirasi lewat Sharing Alumni

UKMKI menggelar acara Sharing Alumni perdana pada Kamis (17/7/2025) melalui Zoom Meeting. (Foto: Nur Khovivatul Mukorrobah).
UKMKI menggelar acara Sharing Alumni perdana pada Kamis (17/7/2025) melalui Zoom Meeting. (Foto: Nur Khovivatul Mukorrobah).

UNAIR NEWS – Perdana, Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar acara bertajuk Sharing Alumni. Mengusung tema Soft Skill to Real Skill: Alumni dan Peran Organisasi, acara itu sukses berlangsung, Kamis (17/7/2025) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat kekeluargaan UKMKI serta mengambil pembelajaran dari kisah inspiratif para alumni. 

Nasrul Annas selaku ketua umum UKMKI menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program oleh Departemen hubungan masyarakat. Annas, menekankan pentingnya memanfaatkan forum ini sebagai media belajar langsung dari alumni yang pernah berproses di UKMKI dan telah merasakan dampaknya dalam dunia kerja.

“Kegiatan ini kami hadirkan agar teman-teman bisa belajar dari alumni terdekat yang dulunya satu wadah dengan kita, baik dari pengalaman organisasi hingga kontribusinya dalam dunia profesional,” tutur Annas.

Hadir sebagai narasumber, Fajri Irhammi, ST, alumnus Teknik Lingkungan sekaligus Wakil Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknologi (FST) tahun 2024. Dalam sesi diskusi, Fajri membagikan kisah perjalanan organisasinya selama 3,5 tahun berkuliah di UNAIR, yang mana pengalaman tersebut kini membentuk kapasitas dirinya memasuki dunia kerja di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PT. PPLi). 

Menurutnya, organisasi bukan hanya tempat menambah pengalaman, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, melatih komunikasi, mengatur waktu, dan membangun kemampuan kepemimpinan. Soft skill kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama menjadi modal penting dalam bekerja secara profesional.

“Cara berkomunikasi yang baik bisa dilatih melalui pengalaman organisasi. Hal itu akan sangat bermanfaat ketika kita terjun ke dunia kerja, di mana komunikasi dan kolaborasi menjadi aspek penting untuk terhubung dengan orang lain,” jelas Fajri.

Ia juga menyoroti pentingnya manajemen waktu dan loyalitas terhadap pekerjaan. Dalam dunia profesional, lanjutnya, seseorang cenderung dituntut untuk mampu merencanakan aktivitas harian secara efisien, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, serta bersikap tanggap terhadap tantangan yang tak terduga.

Selain itu, Fajri menekankan bahwa kepemimpinan adalah skill yang harus terus diasah. Menjabat sebagai wakil ketua BEM FST di tahun ketiga kuliah, ia banyak belajar menghadapi dinamika kepemimpinan yang kompleks dan menantang. Hal itulah yang menjadi bekal pentingnya dalam menghadapi dunia kerja yang lebih dinamis.

“Organisasi itu titik awal. Nanti dunia kerja jauh lebih kompleks. Kita harus bisa adaptif dan fleksibel, serta terbiasa menghadapi berbagai situasi di luar kendali,” ungkapnya.

Tak lupa, Fajri membagikan pesan kepada para adik tingkatnya itu agar tidak ragu mengambil peran, mencoba berbagai kesempatan, dan terus belajar dari proses. Ia meyakini bahwa setiap pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan akan selalu membawa pembelajaran berharga.

“Gali potensi, ikuti kegiatan, bangun relasi. Semua itu bisa menjadi nilai jual ketika teman-teman memasuki dunia kerja. Jangan takut memulai meski belum berpengalaman. Yang penting mau belajar,” tutupnya.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Khefti Al Mawalia