UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa Kependudukan (UKMKP) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar seminar yang mengusung tema “Gen Z’s Role to Maximize Economic Growth Through Local Community” pada Sabtu (12/8/2023). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperingati hari kependudukan dunia yang jatuh pada 11 Juli lalu.
Terbuka pula untuk kalangan umum, kegiatan ini terselenggara secara luring di Perpustakaan Universitas Airlangga, Kampus Dharmawangsa-B. Adapun narasumber yang turut hadir ialah Yuni Dwi Tjadikijanto SE dan Ilham Ahmad Kamil.
Berfokus pada Peningkatan Kualitas
Cukup berbeda dari tahun sebelumnya, UKMKP UNAIR kali ini mengangkat masalah ekonomi dan bagaimana peran pemuda di dalamnya untuk meningkatkan kualitas penduduk. Zanuar Nafi’il Umam selaku Ketua UKM Kependudukan periode 2023 ikut hadir memberikan sambutan dan membuka secara langsung kegiatan tersebut.
“Peringatan Hari kependudukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kependudukan termasuk hubungan dengan pengembangan lingkungan dan pembangunan. Walaupun sudah lewat satu bulan, kita tetap merayakan hari kependudukan sedunia ini,” ungkap Zanuar.
Berbicara tentang kependudukan, Zanuar memaparkan beberapa data kependudukan di Jawa Timur tahun 2020. Menurut data tersebut, pengendalian penduduk khususnya di Jawa Timur bisa dibilang sudah bagus dengan hampir seperempat populasi berada pada usia muda.
“Karena pengendalian penduduk yang sudah bagus dan kita memiliki kuantitas pemuda yang cukup banyak, maka tugas kita sekarang berada pada peningkatan kualitasnya. Hal itu tidak lain berhubungan dengan kemandirian ekonomi keluarga agar nantinya tidak menjadi beban demografi,” jelasnya.
Membina Keluarga Mandiri
Yuni Dwi Tjadikijanto selaku Pembina Program KSPK BKKBN Provinsi Jawa Timur yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa di dalam program BKKBN terdapat tiga pilar program yang dilaksanakan. “Tiga pilar itu ialah Keluarga berencana (KB), Pembangunan Keluarga (PK), dan kependudukan. Bahasan topik saat ini adalah terkait pembangunan keluarganya. Kualitas keluarga harus meningkat melalui program pembangunan keluarga untuk menciptakan keluarga yang bahagia dan sejahtera,” paparnya.
Menurutnya, salah satu fungsi keluarga yang sangat penting dan harus ada dalam sebuah keluarga adalah fungsi ekonomi. Hal ini dikarenakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sangat berkaitan erat dengan peran fungsi ekonomi.
“Harapannya keluarga punya 3 hal untuk proses perubahan ekonominya. Pertama Karsa, yaitu memiliki mental, karakter, dan tekad yang kuat untuk melakukan perubahan. Kedua cipta, dengan melihat dan menciptakan sebuah peluang inovasi. Ketiga Karya, yang diwujudkan dengan kerja keras dari apa yang sudah diciptakan,” jelasnya.
Dalam BKKBN, lanjutnya, terdapat upaya meningkatkan pendapatan keluarga dengan membentuk program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). “Dalam UPPKA terdapat kelompok usaha ekonomi yang beranggotakan sekumpulan anggota keluarga yang saling berinteraksi. Pasangan usia subur yang sudah mengikuti KB maupun yang belum boleh mengikuti kegiatan ini dalam rangka meningkatkan tahapan kesejahteraan,” tambahnya.
Penulis: Tia Restutika
Editor: Nuri Hermawan





