Universitas Airlangga Official Website

UMKM Go Visual: KKN BBK 6 Dorong Digitalisasi Caffe Lore Omah BUMDes Kesiman

Tim KKN BBK 6 bersama dengan tim pengelola media sosial Cafe LoreOmah di Cafe LoreOmah, Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada pada Selasa (15/6/25) (Foto: Istimewa)
Tim KKN BBK 6 bersama dengan tim pengelola media sosial Cafe LoreOmah di Cafe LoreOmah, Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada pada Selasa (15/6/25) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS –  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 Universitas Airlangga menunjukkan aksi nyata dalam memajukan sektor usaha desa melalui program UMKM Go Visual. Pada Selasa (15/6/25) bertempat di Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mereka menggagas dan merealisasikan digitalisasi unit usaha BUMDes yakni Caffe Lore Omah, lewat pembuatan website dan company profile digital.

Caffe Lore Omah merupakan salah satu tulang punggung Pendapatan Asli Desa (PAD) Kesiman. Usaha ini menghadirkan suasana ngopi yang menyatu dengan pesona alam dengan berlatar hamparan sawah dan megahnya Gunung Penanggungan. Namun, di tengah geliatnya, potensi digital branding caffe ini masih belum tergarap maksimal. Meski telah memiliki akun Instagram dan TikTok, belum ada pusat informasi daring yang menyatukan semua elemen branding secara terstruktur.

Solusi dan Inovasi Konkret

Menjawab kebutuhan itu, tim KKN BBK 6 hadir dengan solusi konkret. “Saya melihat bahwa Cafe LoreOmah terdapat potensi besar untuk dapat berkembang, ditambah caffe ini suasana nya sangat kental dengan alam dan pemandangan sangat bagus. Tapi dari aspek digital, caffe ini masih belum punya website sebagai pusat informasi utama. Maka dari itu, kami berinisiatif membuatkan website dan company profile agar dapat membantu serta memperluas akses pemasaran mereka,” ujar Zahri selaku penanggung jawab program.

Tim KKN BBK 6 bersama ketua dan tim pengelola media sosial Cafe LoreOmah sedang mencoba menu kuliner Cafe LoreOmah (Foto: Istimewa)

Website tersebut menampilkan informasi lengkap seperti profil usaha, sejarah berdiri, daftar menu, jam operasional, galeri, hingga kabar terkini. Lebih dari itu, Zahri mengharapkan company profile yang terintegrasi menjadi representasi profesionalisme dan kesiapan usaha desa bersaing di era digital.

Dessi, Ketua Caffe Lore Omah, menyambut positif program ini. “Digitalisasi bukan cuma soal tren, tapi jadi investasi masa depan. Harapannya Lore Omah bisa dikenal lebih luas, bahkan menarik wisatawan luar desa,” ujarnya.

Langkah ini menegaskan bahwa kontribusi KKN tidak berhenti pada ranah sosial saja, melainkan juga menyasar penguatan ekonomi desa berbasis teknologi. Melalui digitalisasi, mahasiswa BBK 6 berharap Cafe LoreOmah mampu terus bertumbuh dan memberi dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan Desa Kesiman.

Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra

Editor: Ragil Kukuh Imanto