Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Akselerasikan Dampak Kesehatan lewat Pusat Riset REACH

Logo REACH UNAIR (Foto: REACH UNAIR)
Logo REACH UNAIR (Foto: REACH UNAIR)

UNAIR NEWS – Riset menjadi langkah konkret dalam pengembangan keilmuan. Hal ini yang turut dilakukan Universitas Airlangga (UNAIR). Dari beberapa pusat riset yang dimiliki UNAIR, Research Center in Advancing Community Healthcare (REACH) menjadi salah satu yang berfokus pada peningkatan kesehatan komunitas melalui penelitian, pendidikan, dan penerapan praktik terbaik.

REACH berdiri pada 2021 sebagai pengembangan dari kelompok riset keperawatan komunitas dan keperawatan keluarga. Adapun visinya adalah menjadi pusat inovasi kesehatan masyarakat yang unggul. Fokus utamanya meliputi inovasi dan peningkatan teknologi kesehatan, manajemen penyakit kronis, pencegahan penyakit menular, dan kebijakan kesehatan.

“Pendekatan yang digunakan bersifat multidisiplin, menggunakan metode sosio teknikal, dengan target output berupa publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual, kerja sama riset, dan dampak sosial nyata sesuai indikator kinerja UNAIR dan SDGs,” papar Ketua REACH Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD.

Ketua REACH UNAIR Prof Ferry Efendi (kanan), Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MS (tengah), dan Dr. Khadizah binti Haji Abdul Mumin, Associate Professor dari Universiti Brunei Darussalam (kiri) (Foto: Dok. Pribadi)
Ketua REACH UNAIR Prof Ferry Efendi (kanan), Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) Periode 2020-2025 Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MS (tengah), dan Dr. Khadizah binti Haji Abdul Mumin, Associate Professor dari Universiti Brunei Darussalam (kiri) (Foto: Dok. Pribadi)

Dalam hal ini REACH sudah banyak bermitra dengan lembaga nasional sampai perguruan tinggi internasional. Beberapa di antaranya adalah La Trobe University, University of Malaya, National Cheng Kung University, Japan Economy Trade Organization (JETRO), Kemenkes, BP2MI, dan lainnya.

REACH aktif menyelenggarakan kegiatan seperti webinar. Misalnya REACH pernah menggelar webinar mengenai strategi riset dan publikasi dan webinar dalam menyoroti penggunaan AI pada platform publikasi seperti Scopus. Dalam hal riset, REACH menghasilkan berbagai luaran. Setidaknya saat ini tercatat ada 458 sitasi, h-index 7, 75 artikel, 12 review, 4 buku, dan 1 editorial.

Adapun kolaborasi internasional juga turut dilakukan. Misalnya kunjungan akademik dari Dr Khadizah dari Universiti Brunei Darussalam pada Juli. Kunjungan akademik ini menghasilkan dua artikel ilmiah tentang isu sosial budaya dan akses layanan kesehatan. Di samping itu juga terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat dan webinar bertajuk “Enhance Your Research Capacity”.

Baru-baru ini, Prof Ferry selaku Ketua REACH, menerima kolaborasi penelitian bergengsi dari Volkswagen Foundation. Penelitian senilai Rp 25 miliar ini dilakukan dengan tujuan menganalisis secara mendalam kebijakan Indonesia dalam mendorong pengiriman perawat ke luar negeri serta implikasinya. 

Hal ini menjadi bukti lain bahwa REACH mampu menjadi pusat riset yang dapat meningkatkan kolaborasi tingkat global. Di samping menghasilkan luaran-luaran yang relevan dengan kebutuhan dalam lini kesehatan di Indonesia. 

Penulis: Afifah Alfina

Editor: Yulia Rohmawati