UNAIR NEWS – Dalam rangka Dies Natalis ke-69, UNAIR gelar “UNAIR Bersholawat”. Acara itu merupakan rangkaian kegiatan dies natalis yang terselenggara pada Kamis (21/22/2023) di Halaman Depan Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR.
Hadir dalam acara itu, Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak. Dalam sambutannya, Prof Nasih mengatakan, acara UNAIR Bersholawat merupakan acara yang sudah pihaknya persiapkan sejak lama. Oleh karena itu, lanjut Prof Nasih, ia meminta bantuan doa dan lantunan sholawat dengan khidmah, agar civitas akademika UNAIR lebih baik lagi dalam segala aspek.
“Acara UNAIR Bersholawat merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-69 UNAIR yang telah kami rancang sejak lama. Untuk itu, kami meminta bantuan doa dan lantunan sholawat pada hari ini untuk UNAIR dan seluruh civitas akademika agar menjadi lebih baik lagi,” tutur Prof Nasih.
Pada momen membahagiakan itu, Prof Nasih juga memaparkan bahwa UNAIR memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa yang memiliki keterampilan khusus. Keterampilan khusus itu, lanjutnya, bisa berupa hafal al Quran 30 juz dan kemampuan dalam melantunkan sholawat secara indah.
“Perlu semua ketahui, bagi anak kelas 12 yang ingin menjadi bagian dari civitas akademika UNAIR, terbuka kesempatan lebar untuk para tahfiz 30 juz. Selain itu, bagi para siswa kelas 12 yang memiliki kemampuan melantunkan sholawat dengan indah, UNAIR juga mempertimbangkan untuk memberi kesempatan masuk tanpa tes,” tutur Prof Nasih.

Sholawat untuk UNAIR dan Negeri
Hadir dalam acara itu, Habib Ali Zainal Abidin dan Majelis Az Zahir yang memimpin pembacaan lantunan sholawat pada kegiatan UNAIR Bersholawat. Habib Ali mengatakan, melalui lantunan sholawat pada acara ini, semoga UNAIR lebih maju dan diberkati oleh Allah SWT.
“Kita dipertemukan pada malam hari ini melalui acara UNAIR Bersholawat dengan tujuan mengagungkan nama Nabi Muhammad. Untuk itu, melalui lantunan sholawat tersebut, semoga UNAIR lebih baik lagi, lebih barokah, dan lebih mencintai nabi Muhammad,” tutur Habib Ali.
Habib Ali menambahkan, selain untuk UNAIR, ia juga mengajak para hadirin yang hadir untuk mendoakan Indonesia. Utamanya agar Indonesia lebih baik dan jauh dari musibah.
UNAIR Bagian dari Taman-Taman Surga
Selain Habib Ali, hadir juga Kiai Haji Reza Ahmad Zahid Lc MA dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, atau yang biasa dipanggil dengan nama Gus Reza. Pada awal pengajian, Gus Reza memaparkan mengenai pengertian orang yang intelektual.
“Orang yang intelektual adalah orang yang selalu terlibat dalam segala permasalahan masyarakat. Lalu, ia memiliki pemikiran kritis serta pengalaman dan penelitian, sehingga memiliki penilaian yang baik untuk memberikan solusi dalam permasalahan pada masyarakat,” tutur Gus Reza.
Gus Reza menambahkan, dengan terselenggaranya acara UNAIR Bersholawat berarti UNAIR telah menyebarkan virus-virus keberkahan. Sehingga, lanjut Gus Reza, UNAIR telah menjadi bagian dari taman-taman surga.
Penulis: Muhammad Rizal Abdul Aziz
Editor: Nuri Hermawan





