Universitas Airlangga Official Website

UNAIR dan Kedutaan Besar Mongolia Bahas Peluang Kolaborasi Internasional

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin dan Ambassador Dashnyam Enkhtaivan saat Kunjungan duta besar Mongolia di UNAIR, Kamis (20/11/2025) (Foto: PHMP UNAIR)
Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin dan Ambassador Dashnyam Enkhtaivan saat Kunjungan duta besar Mongolia di UNAIR, Kamis (20/11/2025) (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperkuat kerjasama antar sektor, Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Mongolia di Jakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (20/11/2025) di Balai Rua Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR.

Turut dalam pertemuan, Rektor Universitas Airlangga Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin melakukan pertemuan strategik sekaligus membahas peluang kerja sama antara Mongolia dan UNAIR. Dalam kunjungan tersebut, Duta Besar Mongolia untuk Indonesia, Enkhtavan Dashnyam hadir bersama Nyamdorj Chuluunbaatar, dan Khulan Ganbat, Atase. 

Sesi foto bersama jajaran pimpinan UNAIR dan Kedutaan Besar Mongolia, Kamis (20/11/2025) di Balai Rua Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR. (Foto: PHMP UNAIR)
Hubungan Strategis UNAIR dengan Mongolia 

Dalam welcoming remarks, Prof Madyan menyampaikan komitmen UNAIR dalam mempromosikan kerja sama internasional. Pertemuan tersebut juga menjadi momen berharga bagi kedua pihak, UNAIR dan Mongolia telah membangun hubungan akademik yang bemakna selama bertahun-tahun. 

Hubungan berharga tercermin pada beberapa kolaborasi terbaru. UNAIR telah menerima empat staf inbound dari beberapa institusi Mongolia pada tahun 2021 dan 2025. Selain itu, sebanyak 26 mahasiswa UNAIR mengikuti program akademik outbound ke Mandakh University pada 2021-2022, dan UNAIR juga menerima satu mahasiswa inbound dari National University of Mongolia pada 2021.

“Pertukaran ini mencerminkan penguatan hubungan antara negara kita dan menyoroti peluang yang menjanjikan untuk kolaborasi lebih la  njut. Kami yakin bahwa diskusi hari ini akan membawa kita lebih dekat pada pembentukan kerja sama yang lebih kuat di bidang ilmu kesehatan, ilmu sosial, ilmu hayati, dan ilmu teknik. Bersama-sama, kita dapat mengembangkan kolaborasi di bidang akademik, penelitian, dan pengembangan masyarakat,” ujar Prof Madyan. 

Potensi Kolaborasi Antar Sektor UNAIR dan Mongolia

Menanggapi Prof Madyan, Duta Besar Mongolia menjelaskan bahwa mereka terbuka akan tawaran kerja sama yang akan melibatkan pertukaran akademik dengan National University of Mongolia. Pada kesempatan tersebut, UNAIR juga memaparkan peluang kolaborasi melalui World University Association for Community Development (WUACD). Melalui platform ini, UNAIR membuka kesempatan untuk mengirim mahasiswa ke Mongolia dalam program pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen dan peneliti.

Lebih lanjut, Kedutaan Besar Mongolia untuk Indonesia menekankan ketertarikan pada peluang kolaborasi pada pelatihan tenaga medis. Ketertarikan ini muncul karena Mongolia ingin memperkuat kapasitas tenaga kesehatannya. Hal ini selaras dengan dukungan yang disampaikan Rumah Sakit UNAIR dalam menyambut peluang tersebut.

Suasana kunjungan Kedutaan Besar Mongolia ke UNAIR, Kamis (20/11/2025) di Balai Rua Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR. (Foto: PHMP UNAIR)

“Rumah Sakit UNAIR terbuka untuk menerima mahasiswa maupun tenaga kesehatan dari Mongolia guna mempelajari berbagai kasus penyakit, termasuk penyakit tropis atau kasus lain yang mungkin tidak terdapat di Mongolia,” ucap Perwakilan RS UNAIR.

Kedutaan besar Mongolia juga menyampaikan ketertarikan pada upaya penguatan kerja sama di bidang sertifikasi halal yang ada pada Pusat Halal UNAIR. Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak berharap dapat membuka jalan bagi kolaborasi dalam bidang akademik dan kesehatan. Diharapkan pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk meciptakan program yang mendorong terjalinnya kemitraan yang lebih kuat antara Indonesia dan Mongolia.

Nama: Kania Khansanadhifa Kallista

Editor: Ragil Kukuh Imanto