Universitas Airlangga Official Website

UNAIR dan Kejaksaan Agung RI Bangun Semangat Anti Korupsi Lewat Sounds of Justice

UNAIR NEWS – Dalam upaya memperkuat semangat anti korupsi dan menanamkan nilai-nilai integritas di kalangan mahasiswa, Universitas Airlangga (UNAIR) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI) bersatu dalam kegiatan kolaboratif berprestise Sounds Of Justice. Acara berlangsung di Aula Ternate, ASEEC, Kampus B, UNAIR pada Minggu (27/08/2023). Acara itu menghadirkan berbagai pemateri dan aktivitas. Tujuannya, membuka wawasan, menginspirasi, dan menggerakkan tindakan positif dalam memerangi korupsi.

Tekankan Integritas Generasi Muda

Dengan kehadiran narasumber-narasumber terkemuka yang memiliki kompetensi di berbagai aspek hukum dan kepemimpinan, acara ini menjadi panggung inspirasi bagi para peserta untuk turut serta dalam perjuangan melawan korupsi. Salah satu narasumber utama adalah Ketut Sumedana SH MH selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) di Kejaksaan Agung RI.

“Penting bagi generasi muda untuk membawa perubahan. Melalui Sounds Of Justice, kami berharap agar semangat anti korupsi dapat menyebar dan melibatkan lebih banyak orang, terutama dari kalangan mahasiswa,” ucapnya.

Pengembangan Karakter Mahasiswa

Kehadiran Prof Dr M Hadi Shubhan SH MH CN Direktur Kemahasiswaan UNAIR menambah topik perbincangan tentang peran mahasiswa dalam upaya pencegahan korupsi:

“Mahasiswa memiliki potensi besar dalam membentuk karakter dan moral bangsa. Melalui partisipasi aktif dalam gerakan anti korupsi, kita tidak hanya membentuk generasi cerdas, tetapi juga berintegritas,” tegas Prof Hadi yang merupakan Guru Besar Fakultas Hukum (FH) UNAIR.

Peran Pemimpin Daerah

Selain membahas isu secara umum, acara ini juga mengupas upaya konkret yang telah Kejaksaan Agung jalankan dalam memberantas korupsi. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH MH selaku Bupati Sumenep sukses mengawasi laporan keuangan desa melalui kerja sama dengan sektor swasta dan organisasi non-pemerintah. Ia berbagi pengalaman berharga yang mendorong partisipasi lebih aktif dalam mengatasi masalah tersebut.

“Kami telah merasakan dampak nyata kerja sama dengan sektor swasta dan organisasi non-pemerintah dalam mengatasi korupsi. Ini mengingatkan kita bahwa semangat kolaborasi dan transparansi dapat memainkan peran penting dalam mencapai tujuan bersama,” ucapnya.

Kuatkan Tekad Anti Korupsi

Representatif dari kalangan mahasiswa diwakili oleh Muhammad Anang Jazuli, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR. Ia menyumbangkan pandangannya dalam pidato yang penuh semangat:

“Mahasiswa memiliki peran sentral dalam mengubah arah bangsa. Kita harus berjuang untuk membangun masyarakat yang bersih dari korupsi, dan organisasi kampus adalah salah satu tempat mengawalinya,” ucapnya.

Sebagai informasi, Sound Of Justice 2023 merupakan langkah konkret membangun Indonesia yang bersih dan berintegritas. Melibatkan mahasiswa dalam pergerakan anti korupsi, acara ini memiliki potensi menjadi pemicu perubahan menuju masyarakat yang lebih sadar hukum dan anti korupsi. Kolaborasi konstruktif antara Kejaksaan Agung RI dan UNAIR menjadi pondasi utama dalam mencapai tujuan terbentuknya karakter anti korupsi. (*)

Penulis: Satriyani Dewi Astuti

Editor: Binti Q. Masruroh