Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Dorong Model Holistik Antikorupsi Melalui Kiprah Chairman AILG dalam Webinar ASN Belajar

Dr Eko Supeno Drs M Si sedang menjawab pertanyaan dari peserta dalam Webinar ASN Belajar Seri 15 pada Kamis (24/4/2025)
Dr Eko Supeno Drs M Si sedang menjawab pertanyaan dari peserta dalam Webinar ASN Belajar Seri 15 pada Kamis (24/4/2025)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih melalui kontribusi intelektual Ketua Airlangga Institute for Learning and Growth (AILG), Dr Eko Supeno Drs M Si. Dalam webinar Kenali, Pahami, Cegah! Antikorupsi Dimulai Dari Kita yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Jawa Timur secara daring dalam kanal YouTube BPSDM Jatim TV pada Kamis (24/4/2025), Dr Eko mengangkat pendekatan holistik dalam upaya pemberantasan korupsi.

Berpikir Extraordinary dan Membangun Unit Inovatif

Dalam paparannya, Chairman AILG tersebut menegaskan bahwa untuk menghadapi korupsi di era saat ini, tidak bisa lagi dengan pendekatan normatif. “Kita butuh langkah extraordinary, berpikir melampaui sistem lama yang stagnan. Bila keteladanan belum lahir dari dalam, kita bisa ambil dari luar,” ujarnya.

Pihaknya mendorong birokrasi untuk membentuk unit-unit khusus yang mampu menciptakan pola pikir, gaya kerja, dan mekanisme baru yang efektif. Menurutnya, keberanian institusi dalam menciptakan struktur inovatif adalah kunci lahirnya sistem antikorupsi yang lebih adaptif.

Model Holistik Antikorupsi: Empat Kuadran Pencegahan

Pria yang kerap disapa CES atau Cak Eko Supeno tersebut, memperkenalkan model holistik anti penyimpangan yang dikembangkan bersama tim akademik UNAIR. Model ini membagi strategi pencegahan korupsi dalam empat dimensi yang saling terkait: ranah internal pada tingkat individu dan organisasi, serta ranah eksternal yang juga mencakup individu dan organisasi di luar birokrasi. Dari penanaman nilai integritas pada pribadi ASN, reformasi budaya organisasi di institusi, peningkatan partisipasi publik, hingga penguatan kolaborasi dengan media dan lembaga pengawas, seluruh elemen ini menurut beliau harus bergerak secara sinergis untuk menciptakan birokrasi yang antikorupsi.

Profesionalisme dan Prinsip Etika ASN

Menanggapi tantangan perubahan dalam birokrasi, Dr Eko menekankan pentingnya tidak mengintervensi profesionalisme. “Biarkan nilai baru tumbuh dari keteladanan dan menyebar sebagai virus baik,” tegasnya.

Sebagai penutup, beliau merangkum tiga prinsip kunci bagi ASN. Pertama, meningkatkan resistensi terhadap penyimpangan. Kedua, terbuka untuk belajar knowledge akan hal baru. Terakhir yakni, berani berbuat baik.

“Perubahan bukan hanya struktural, tapi personal. Itu harus kita mulai dari diri sendiri,” pungkasnya.

Kehadiran Dr Eko Supeno dalam forum ini mempertegas peran UNAIR sebagai pionir perubahan tata kelola publik yang berintegritas di tingkat regional dan nasional.

Penulis : Panca Ezza Aisal Saputra

Editor  : Ragil Kukuh Imanto