UNAIR NEWS – Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Guest Lecture bertajuk “Water Sanitation in Disaster Management”. Acara ini menghadirkan Prof Ts Dr Shamsul Bahari Bin Shamsudin dari Universiti Malaysia Sabah melalui Zoom dan diikuti lebih dari seratus mahasiswa lintas angkatan.
Peran WASH dalam Pengelolaan Bencana
Prof Shamsul menjelaskan konsep WASH (Water, Sanitation, and Hygiene). Menurutnya, WASH berperan penting dalam semua fase bencana, mulai dari pencegahan hingga pemulihan. Akses air minum aman, fasilitas sanitasi layak, dan praktik kebersihan adalah kunci keselamatan masyarakat.
“Air bersih bukan sekadar urusan teknis. Ia menentukan keselamatan nyawa. Tanpa pengelolaan tepat, risiko penyakit menular meningkat,” tegasnya.
Ia juga menyinggung tantangan di kawasan tropis seperti banjir, kebakaran, kabut asap, dan kerusakan sanitasi. Karena itu, perlu mewujudkan kesiapsiagaan lewat edukasi berkelanjutan, bukan program sekali jalan. penyajian materi yang terasa sangat relevan dengan kondisi nyata Indonesia yang rawan bencana.

Diskusi Interaktif Bersama Mahasiswa
Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Fajrinia Putri Rudiansysah, mahasiswi Kesehatan Lingkungan, bertanya bagaimana komunitas Malaysia menjaga sistem air bersih setelah bantuan pemerintah atau NGO berhenti.
Prof Shamsul menekankan peran universitas. “Ada lebih dari 20 universitas yang rutin turun ke lapangan. Edukasi tidak bisa sekali selesai. Harus berkesinambungan agar masyarakat siap,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa National Disaster Management Agency (NADMA) dipimpin langsung Perdana Menteri. Karena itu, keputusan terkait bencana bisa berjalan cepat dan efektif, termasuk soal standar tangki air dan toilet rumah tangga.
Pertanyaan lain dari Raissyah menyoroti distribusi air aman. Prof Shamsul menerangkan bahwa Malaysia menggunakan sumber terbuka seperti sungai atau sumur, selain itu, distribusi air bersih dari tangki dan depot resmi. Tantangan terbesar adalah menjaga kualitas agar tetap layak konsumsi, terutama di daerah terpencil dengan akses terbatas.
Sesi Akhir
Menutup sesi, Prof Shamsul menegaskan bahwa sanitasi air adalah hak dasar sekaligus tanggung jawab bersama. “Bumi ini milik kita semua. Kita semua wajib menjaganya. Air bersih bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga martabat manusia,” ucapnya.
FKM UNAIR berharap acara ini membuat mahasiswa semakin sadar bahwa literasi sanitasi dan manajemen bencana penting, baik untuk akademik maupun menghadapi tantangan global, serta mendorong mereka aktif mencari solusi inovatif berbasis ilmu pengetahuan.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





