n

Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Jadi Tuan Rumah Redesain Kurikulum Program Vokasional Se-Indonesia

vokasi
Workshop nasional redesain kurikulum pendidikan vokasional di Aula Kahuripan 300, Selasa (25/4). (Foto: Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menjadi tuan rumah Workshop Nasional Capaian Pembelajaran Prodi di Lingkungan Pendidikan Tinggi Vokasi. Workshop yang digelar pada 21–22 April lalu ini dihadiri oleh ketua maupun koordinator program studi yang menyelenggarakan program vokasi di seluruh Indonesia. Workshop ini dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Nasih selaku rektor Universitas Airlangga

Workshop nasional yang bekerjasama dan didukung Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) bertujuan melakukan finalisasi Capaian Pembelajaran (CP). CP yang dimiliki program studi vokasional perlu diukur untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Untuk itu, perlu disamakan persepsi bagi semua penyelenggara program studi vokasi di seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Dekan Fakultas Vokasi UNAIR Prof. Dr. Widi Hidayat, S.E., M. Si., Ak. mengungkapkan pentingnya perencanaan yang baik bagi penyelenggara prodi vokasi, baik D-3 maupun D-4.

“Kita menyadari bahwa kurikulum yang baik harus direncanakan dengan baik. Kemarin di UNAIR ada redesain kurikulum. Salah satu kurikulum baik itu masing-masing harus membuat Capaian Pembelajaran (CP). Yang diinginkan sebuah program studi apa capaiannya? Lulusannya harus menguasai apa? Itu ada di CP yang nanti akan diturunkan di kurikulum masing-masing prodi,” ungkap Widi.

Forum tersebut dihadiri tak kurang dari 43 perwakilan perguruan tinggi. Forum ini terbagi dalam sesi seminar dan penyusunan sekaligus finalisasi CP secara paralel.

Dosen Institut Teknologi Bandung yang juga tim Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Megawati Santoso, Ph.D., selaku pemberi materi dalam sesi seminar banyak berbagi ilmu dan wawasan seputar program pendidikan diploma. Dalam sesi tanya jawab usai pemberian materi, peserta tampak antusias bertanya perihal prodi yang mereka bawahi.

Megawati menuturkan, selama ini belum ada terget yang jelas bagi lulusan diploma. Maka dari itu, melalui workshop ini diharapkan target capaian program diploma menjadi terukur dan lebih akuntabel.

“Selama ini kalau meluluskan orang kan tidak jelas targetnya. Yang penting lulus dengan nilai. Padahal penilaian dosen kadang-kadang tidak objektif,” ungkap Megawati.

“Harapannya, workshop ini menjadi sebuah hal yang positif karena mereka akan menuju pada hal-hal yang lebih akuntabel. Target lulusan harus dijelaskan. Sebelum lulus kemampuan mahasiswa sudah terukur,” tambahnya.

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Defrina Sukma S