n

Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga kembali mengukuhkan putra terbaiknya sebagai guru besar. Ada tiga guru besar dari fakultas yang berbeda dikukuhkan pada Sabtu (30/4). Ketiga guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. dr. Ari Sutjahjo., Sp.PD., K-EMD., FINASIM selaku Guru Besar dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof. Dr. Cholichul Hadi., M.Si selaku Guru Besar dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi Fakultas Psikologi UNAIR, dan Prof. Dr. Henri Subiakto., Drs., S.H., M.Si selaku Guru Besar di bidang Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR. Ketiganya merupakan Guru Besar yang ke-447, 448, dan 449 sejak UNAIR didirikan, dan guru besar yang ke-155, 156, dan  157 sejak UNAIR berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Acara yang digelar di Aula Garuda Mukti Rektorat UNAIR tersebut, dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan UNAIR, keluarga guru besar, jajaran awak media, dan juga Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Rektor UNAIR,   Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dalam sambutan pengukuhannya mengatakan bahwa, dengan dilantiknya seseorang menjadi guru besar berarti harapan untuk meningkatkan kualitas institusi dan pribadi sebagai tenaga pengajar di UNAIR juga semakin besar. Rektor yang juga guru besar FEB UNAIR tersebut juga menekankan agar seorang gubes bisa terus meningkatkan kualitas penelitian yang diterbitkan dalam jurnal.

“Selain terus melakukan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal, guru besar harus buat buku. Kalau ada guru besar yang sudah menulis buku, kami akan memfasilitasi untuk penerbitannya,” jelas rektor ke-13 UNAIR tersebut.

Diujung sambutannya Prof. Nasih kembali menegaskan, bahwa bertolak dari kisah Prof. Henry yang kesuksesan di hari ini dimulai dari perjuangan sosok ibu yang membimbing semasa kecilnya, penting untuk diketahui bahwa menjadi guru besar bukan persoalan kepandaian atau pendidikan semata, ada peran ibu dan kasih sayangnya yang bisa mengantarkan kesuksesan seorang anak.

“Mari kita bersama-sama mengapresiasi ibu kita, dengan ridhonya lah kesuksesan kita bisa diraih pada hari ini,” imbuhnya sembari menegaskan kembali bahwa menjadi guru besar harus menjalankan amanah, pengabdian dan kerja yang baik. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Dilan Salsabila