Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Kupas Tuntas Peluang Industri PLTS Sebagai Energi Terbarukan

Anthowy Utomo, Direktur utama SolarUV saat menyampaikan materi. (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Pesatnya dunia industri di era teknologi membuat banyak penemuan baru. Salah satu dari penemuan itu adalah pengelolaan energi terbarukan yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Mendukung akselerasi PLTS, Society of  Renewable Energy (SRE) UNAIR selenggarakan Industri Visit untuk mengupas tuntas industri PLTS, Sabtu (29/10/2022).

Anthowy Utomo, Direktur utama SolarUV sekaligus pembicara webinar menjelaskan bahwa prediksi PLTS salah satunya PLTS Atap ini akan menjadi salah satu produk pembangkit listrik yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kalau kita berbicara tentang solar sel itu kan banyak ya ada hidro ada biothermal tapi konstruksinya lama, tapi kalau PLTS Atap ini mudah dan dapat digunakan dimanapun oleh siapapun yang penting ada atap dan bisa mencapai sinar matahari dari Tuhan Yang Maha Kuasa, cukup,” ujarnya

Diagram Sistem Kerja PLTS Atap

Setelah solar sel dipasang maka akan terdapat DC dracker dan inverter. Inverter itu digunakan untuk mengkonversi tenaga dari cahaya matahari yang bersifat DC menjadi AC.

“Sesuai dengan peraturan terbaru PLN itu menerapkan skema netnetring. Apa netnetring itu ? Jadi pada saat kita tidak menggunakan cahaya matahari, itu bisa kita ekspor ke PLN dan dihargai senilai nominal keekonomian tertentu,” ujar Anthowy

Data PLTS dapat dilihat dimanapun. Pengguna dapat melihat nilai hemat dari PLTS sendiri melalui satu aplikasi. “Yang terpenting adalah di sini kita sudah bisa membantu berapa banyak pohon, reduksi CO2 yang setara dengan penghematan yang kita gunakan di PLTS Atap,” ucap Anthowy

Selain PLTS Atap, juga terdapat PLTS terapung pertama di Indonesia, sekaligus menjadi percontohan dalam ajang G20 di Bali. Dengan segala benefit yang ditawarkan oleh PLTS ini, tentu juga terdapat kendala utama dari segi biaya yang cukup mahal untuk membeli panel surya itu sendiri sehingga tetap saja tidak semua orang dapat menggunakan produk ini.

“Panel surya itu tidak harus dibayar secara kontan ya, artinya teman-teman disini bisa  menyicil. Bisa kita perhitungkan juga pembelian dari panel surya ini justru akan lebih murah dalam jangka waktu berkepanjangan karena benefit dan juga segi ekonomis yang ditawarkan daripada kita membayar PLN yang memang setiap tahun ini tidak bisa turun loh, mungkin faktor inflasi atau PLTU yang menggunakan batu bara yang sekarang lebih mahal,” jawab Anthowy

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat masih bisa menggunakan PLTS ini dengan merubah mindset dari pengeluaran biaya konsumsi justru menjadi lading investasi karena setelah selesai menyicil produk solar sel ini masih bisa berguna dalam jangka waktu 25 tahun untuk pemanfaatan listrik gratis.

Penulis: Rosita

Editor: Nuri Hermawan