n

Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Mengajar, Kembali Mengabdi di Pelosok Kota

unair mengajar
Anggota UNAIR Mengajar di Dusun Pucukan, Sidoarjo. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – School of Airlangga in Harmony (SCOLAH)–UNAIR Mengajar kembali mengadakan forum kakak asuh (fokas) di Dusun Pucukan, Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (29/4). Dusun yang berjarak sekitar 25 kilometer arah timur Kabupaten Sidoarjo dihuni oleh penduduk yang bermatapencaharian sebagai nelayan tradisional dan pekerja tambak ikan air payau. Selain itu, dusun ini adalah wilayah terpencil di Sidoarjo.

Untuk sampai ke Pucukan, biasanya para anggota UNAIR Mengajar menggunakan jasa perahu. Namun, kali ini mereka harus menempuh jalur darat yang lebih jauh akibat kendala perahu yang bocor. Meski demikian, jarak yang melintang tersebut tak menyurutkan semangat para anggota UNAIR Mengajar untuk membagikan wawasan baru kepada para pelajar SDN Gebang II.

“Perahu yang biasanya bocor sehingga kami harus melewati jalan yang sempit dan sulit dilewati. untuk menghindari jatuh, saya sampai memutuskan untuk turun dari motor,” tutur Adindha Nur Rizky, salah satu anggota Divisi Public Relations.

Di SDN Gebang II hanya terdapat tiga kelas, yaitu kelas satu, tiga, dan lima. Pihak sekolah memang tak membuka tiga kelas lainnya karena minimnya pendaftar dari masyarakat Dusun Pucukan. Terlepas dari keterbatasan itu, pihak UNAIR Mengajar berupaya memberikan pembelajaran akademik, ekstrakurikuler, dan permainan. Meskipun dalam kondisi yang terbatas dan minim akses pendidikan, adik binaan SDN Gebang II selalu antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Dalam pertemuan kali itu, anggota UNAIR Mengajar memberikan materi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan bersih. “Selain itu, permainan tebak kata yang kertasnya ditempel di kepala teman mendapat antusias paling tinggi. Setiap pasangan berusaha menebak kata yang dideskripsikan temannya. Suasana kelas menjadi semakin seru dengan keceriaan adik-adik,” tutur Adindha.

Kegiatan UNAIR Mengajar tak hanya dilaksanakan di Dusun Pucukan tetapi juga di Panjang Jiwo dan Sukomanunggal. Tujuannya, adalah mengabdikan diri pada masyarakat khususnya kelompok marjinal.

 

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Defrina Sukma S