Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Perkuat Tata Kelola Konferensi Lewat Workshop E-Conference

Insan Kamil SKom saat menjelaskan tutorial penggunaan platform e-conference di Workshop Sosialisasi Konferensi UNAIR, Rabu (14/5/2025) (Foto: Samudra Luhur)
Insan Kamil SKom saat menjelaskan tutorial penggunaan platform e-conference di Workshop Sosialisasi Konferensi UNAIR, Rabu (14/5/2025) (Foto: Samudra Luhur)

UNAIR NEWS – Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Workshop Sosialisasi Konferensi dan Coaching Clinic Aplikasi E-Conference. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (14/5/2025) di Ruang Dewa Ruci, Airlangga Convention Center Kampus MERR-C UNAIR itu melibatkan 35 peserta dari fakultas dan unit kerja.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya UNAIR memperkuat tata kelola konferensi berbasis digital. Melalui platform e-conference, panitia konferensi dapat mengelola acara secara terpusat tanpa perlu membangun situs baru tiap tahun. “Kalau dulu harus buat website konferensi dari nol, sekarang cukup ajukan akun dan gunakan e-conference UNAIR. Ini solusi hemat dan terintegrasi,” ujar Koordinator Jurnal dan Konferensi LIPJPHKI Dr Dessy Harisanty SSos MA.

Dr Dessy memaparkan skema verifikasi melalui akun EIT serta pentingnya pencatatan konferensi untuk capaian SPMS. Ia juga menyampaikan bahwa UNAIR menyediakan skema reimburse biaya publikasi hingga Rp5 juta untuk artikel hasil konferensi yang terpublikasi di jurnal atau prosiding bereputasi. 

Seluruh peserta workshop berfoto bersama setelah mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi dan coaching clinic e-conference UNAIR, Rabu (14/5/2025) (Foto: Samudra Luhur)
Seluruh peserta workshop berfoto bersama setelah mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi dan coaching clinic e-conference UNAIR, Rabu (14/5/2025) (Foto: Samudra Luhur)

“Untuk dosen UNAIR yang artikelnya dari luaran konferensi terpublikasi di jurnal Scopus, kami fasilitasi APC hingga lima juta rupiah. Tapi kami butuh bantuan dari panitia untuk kawal syaratnya. Termasuk sitasi enam jurnal UNAIR dan satu artikel dosen UNAIR Scopus,” jelasnya. Tak hanya itu, tersedia juga bantuan editing naskah dengan total insentif maksimal Rp12,5 juta bagi panitia yang mengedit minimal lima artikel dari penulis luar UNAIR.

Materi teknis disampaikan oleh Insan Kamil SKom selaku pengembang utama platform. Ia memandu langsung tata cara pengajuan akun, pengunggahan call for papers, manajemen reviewer, dan integrasi hasil konferensi. “Platform ini dibuat agar semua penyelenggaraan konferensi UNAIR terdokumentasi dengan baik. Jadi kalau sudah pernah punya akun tapi lupa cara pakainya, kami siap bantu,” ucapnya.

“Kami juga terus menerima masukan. Silakan disampaikan jika ada kendala atau usulan fitur baru,” tambahnya. Sesi terakhir dipandu oleh Baskoro Eskawidha Anestyo Nugroho SPd melalui coaching clinic yang memberi simulasi langsung kepada peserta, terutama pengelola konferensi dari mahasiswa.

Penulis: Samudra Luhur Pambudi

Editor: Yulia Rohmawati