Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Resmi Tutup GeLORa 2025, Kukuhkan Komitmen Pelestarian Budaya

Prof Dr Ardianto SE Ak MSi dan Prof Dr Bambang Tjahjadi SE Ak MBA CMA CPM CA CSSL bersama partisipan GeLORa 2025 (Foto: Istimewa)
Prof Dr Ardianto SE Ak MSi dan Prof Dr Bambang Tjahjadi SE Ak MBA CMA CPM CA CSSL bersama partisipan GeLORa 2025 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menutup rangkaian Gebyar Langgam Orang Madura (GeLORa) pada Minggu (16/11/2025) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR C. Kegiatan yang menjadi bagian dari Dies Natalis UNAIR ke-71 ini sukses menghadirkan ruang temu antara akademisi, budayawan, seniman, dan masyarakat Madura untuk merayakan sekaligus menghidupkan kekayaan budaya Madura.

Hari keempat puncak GeLORa ditutup dengan berbagai penampilan, mulai dari pameran seni hingga gelar fashion show ragam batik khas Madura. Acara oleh Airlangga Institute Learning and Growth – Center for Governance, Risk, Compliance and Competitiveness (GRCC-AILG) ini bertujuan menggali, mengapresiasi, dan menggelorakan budaya Madura secara lebih luas di tengah derasnya arus budaya global. 

Apresiasi Mendalam 

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor UNAIR bidang sumber daya, Prof Dr Ardianto SE Ak MSi turut hadir memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia pun menegaskan bahwa penyelenggaraan GeLORa ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga wadah pemersatu berbagai kalangan. 

Prof Dr Ardianto SE Ak MSi memberikan sambutan penutup dalam rangkaian GeLORa pada Minggu (16/11/2025) (Foto: Istimewa). 

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof Dr Bambang Tjahjadi SE Ak MBA CMA CPM CA CSSL selaku pimpinan di dalam seluruh rangkaian acara GeLORa. Termasuk komunitas yang telah hadir dan berpartisipasi. Kita melihat bagaimana sejatinya kesatuan tadi terbangun melalui presentasi seni, kain, dan busana batik Madura yang dikenakan oleh para peserta,” ujarnya.

Prof Ardianto juga mengungkapkan kekagumannya melihat kekayaan motif batik dari berbagai daerah Madura. Setiap motif, sebutnya, memiliki kekhasan dan makna tersendiri yang menggambarkan kedalaman budaya lokal yang patut untuk bersama kita jaga.

“Saya tersadar betapa uniknya proses pembuatan batik di setiap daerah. Itu baru Madura, belum seluruh Nusantara. Semua ini adalah anugerah Allah SWT yang harus selalu kita syukuri dan lestarikan,” tambahnya.

Hari keempat puncak GeLORa 2025 menampilkan fashion show Lenggang Nusantara KCBI (Komunitas Cinta Berkain Indonesia) (Foto: Istimewa). 
Perkuat Pelestarian Budaya

Lebih lanjut, Prof Ardianto menegaskan peran strategis UNAIR sebagai motor penggerak akademik, budaya, dan kolaborasi masyarakat. Ia berharap GeLORa dapat terus memperkuat tali persaudaraan dan memperluas semangat pelestarian budaya Madura di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Tak lupa, ia kembali memberikan apresiasi juga kepada alumni, dosen, komunitas seni, serta seluruh tim panitia dan sponsor yang telah mendukung penuh terselenggaranya rangkaian GeLORa 2025.

“Budaya itu menghaluskan hati dan menghaluskan budi. Panjenengan semua telah memberikan teladan bagi kita semua. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi untuk terus menjaga warisan budaya kita,” tutup Prof Ardianto. 

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto