UNAIR NEWS – Setiap tahunnya Universitas Airlangga menerima mahasiswa asing dari berbagai negara. Melalui Airlangga Global Engagement (AGE), mahasiswa asing yang diterima UNAIR disambut dalam acara Welcoming Reception International Students. Acara tersebut berlangsung pada Jumat (14/9), bertempat di Aula Kahuripan 300 Kampus C UNAIR.
Irfan Wahyudi, Ph.D, selaku staf ahli program internasional AGE mengatakan, Welcoming Reception International Students dilaksanakan guna menyambut mahasiswa asing yang akan memulai proses pendidikan di UNAIR. Irfan mengatakan, saat ini, ada sebanyak 200 mahasiswa asing menimba ilmu di UNAIR. Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara di Asia, Eropa, dan Afrika.
“Mahasiswa masuk dari berbagai jalur seperti Airlangga Development Scholarship (ADS), Program AMERTA, Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Dharmasiswa, dan program regular,” tambahnya.
Saat ini, lanjut Irfan, tercatat mahasiswa asing yang diterima dari program AMERTA sejumlah 37 mahasiswa. Sedangkan dari Dharmasiswa terdapat 9 mahasiswa, 5 dari 10 mahasiswa berasal dari KNB, 12 dari 32 mahasiswa berasal dari ADS, dan 14 mahasiswa berasal dari program regular.
Irfan mengatakan, mahasiswa nantinya akan mengikuti kuliah dengan program bergelar dan non gelar. Program bergelar salah satunya ialah dari beasiswa KNB yang diperuntukkan bagi mahasiswa S2. Sedangkan program non gelar yang berasal dari beasiswa Dharmasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia saja.
“Dengan berbagai program beasiswa yang disediakan dan peningkatan kualitas dari masing-masing bidang studi di UNAIR, kami berupaya untuk terus menarik minat mahasiswa asing, baik program bergelar maupun non gelar yang nantinya membuat UNAIR akan semakin dikenal secara global,” tuturnya.

Sementara itu, Klawdia Frost, mahasiswa asing asal Polandia menceritakan perasaannya saat pertama kali di Indonesia. Mahasiswa dari program Dharmasiswa tersebut mengaku mengalami masalah culture shock dan homesick. Namun dirinya mengakui bahwa masalah tersebut merupakan masalah yang wajar ketika berada di lingkungan baru.
“Seiring berjalannya waktu pasti masalah ini akan hilang dan saya berharap kita semua dapat menikmati proses belajar di sini,” ungkapnya.
Lain halnya dengan Klawdia, Faith Fore menceritakan keseruannya saat berada di Indonesia. Hal itu dikarenakan dirinya sering diajak foto bersama oleh masyarakat sekitar. Tanpa basa basi Faith pun menerima ajakan masyarakat yang ingin berfoto dengnnya.
“Masyarakat Indonesia khususnya warga UNAIR sangat ramah dan siap membantu kita semua. Jadi kita juga harus melakukan hal yang sama dengan mereka,” pungkasnya. (*)
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Binti Q. Masruroh





