UNAIR NEWS – Sebagai salah satu perguruan tinggi berkelas dunia, Universitas Airlangga (UNAIR) terus meningkatkan reputasinya. Salah satu upaya yang dilakukan UNAIR adalah meningkatkan jumlah program studi (Prodi) yang terakreditasi internasional. Saat ini terdapat 21 prodi UNAIR yang telah ter akreditasi ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik).
Tak berhenti sampai disitu saja, UNAIR siap menambah empat prodi lagi yang terakreditasi oleh lembaga asal Jerman tersebut. Keempat prodi tersebut antara lain S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Gizi, S2 Ilmu Farmasi, dan S2 Ilmu Kesehatan Gigi. Dalam hal ini, para asesor melakukan visitasi yang dilaksanakan pada Rabu (30/8/2023) hingga Kamis (31/8/2023) di Kampus MERR-C.
Prof Nurul Barizah SH LLM PhD sebagai ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAIR mengatakan bahwa akreditasi internasional sangat penting bagi sebuah institusi. “Jika suatu program studi sudah terakreditasi internasional itu menunjukkan kalau berarti pendidikan yang berjalan di UNAIR sudah setara dengan pendidikan yang ada di luar negeri,” katanya.
Prof Nurul menambahkan dengan adanya akreditasi internasional ini menandakan bahwa masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk kuliah di Jerman. “Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh sekolah di Jerman. di UNAIR juga bisa, kualitasnya sudah sama seperti di sana jadi setara,” imbuhnya.
Tingkatkan Reputasi
Selain itu, akreditasi internasional yang diperoleh bisa meningkatkan reputasi institusi dan kerja sama internasional. “Tentu dengan akreditasi internasional ini bisa meningkatkan reputasi institusi baik secara nasional atau internasional. Selain itu meningkatkan kerja sama internasional dengan perguruan tinggi di luar negeri. Biasanya mereka jika akan melakukan kerja sama pasti melihat rekam jejak kampus,” terangnya.
Menurut Prof Nurul, akreditasi internasional yang UNAIR raih dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa terhadap institusi perguruan tinggi tempat mereka menimba ilmu. “Sementara itu capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) juga bisa terpenuhi berkat akreditasi internasional,” tutur Prof Nurul.
Proses yang UNAIR lalui agar prodi berhasil terakreditasi internasional tidaklah mudah. Kendati demikian dukungan para pimpinan dan kerja sama antar semua sektor yang berperan di UNAIR, menjadikan proses tidak menghadapi hambatan yang berarti. “Tidak ada hambatan yang berarti karena kita sudah melakukan persiapan dengan baik,” kata Prof Nurul.
Lebih lanjut, Prof Nurul menyampaikan bahwa akan ada 10 prodi lagi yang sedang proses pengajuan akreditasi internasional. Guru Besar Fakultas Hukum UNAIR tersebut berharap bahwa nantinya seluruh prodi yang ada di UNAIR berhasil mendapatkan akreditasi internasional. “Harapannya semoga semua prodi yang ada di UNAIR mendapatkan akreditasi internasional. Hal ini akan terus kita upayakan terus,” pungkasnya.
Selain ASIIN, ada beberapa akreditasi internasional lain yang prodi milik UNAIR miliki. Prodi tersebut antara lain 4 prodi telah terakreditasi AUN, 14 prodi terakreditasi ASIC, 14 prodi untuk akreditasi ABEST21, 1 prodi terakreditasi APHEA, dan 25 prodi berhasil terakreditasi FIBAA.
Penulis: Icha Nur Imami Puspita
Editor: Binti Quryatul M





