Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Terima Audiensi BKKBN Jatim, Fokus Turunkan Stunting hingga Pernikahan Dini

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin dalam kegiatan audiensi bersama BKKBN Jatim pada Senin (27/10/2025)
Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi dalam kegiatan audiensi bersama BKKBN Jatim pada Senin (27/10/2025) (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Sebagai upaya memperluas kontribusi terhadap masyarakat, Universitas Airlangga (UNAIR) menerima audiensi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur. Audiensi tersebut berkaitan dengan Konsolidasi Aksi Konvergensi Program Penurunan Stunting Tahun 2025 melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (27/10/2025) di Ruang Sidang Pleno Balai RUA Lt 4 Kantor Manajemen Kampus MERR-C.

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin memimpin langsung kegiatan audiensi tersebut. Ia menuturkan, UNAIR ingin berkontribusi terhadap permasalahan masyarakat terkait kependudukan. Menurutnya, upaya ini selaras dengan program Kemdiktisaintek bahwa perguruan tinggi harus membawa dampak pada masyarakat.

Alhamdulillah, UNAIR telah memberikan dampak bagi masyarakat dalam penurunan stunting. Kalau bisa memang kerja sama UNAIR dengan BKKBN Jawa Timur ini ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Madyan menambahkan bahwa kerja sama tersebut merupakan suatu peluang bagi UNAIR untuk berdampak lebih luas. Saat ini, kerja sama tersebut telah dilakukan melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Universitas Airlangga (UNAIR) menerima audiensi dari BKKBN Jawa Timur (Foto: Humas UNAIR)
Universitas Airlangga (UNAIR) menerima audiensi dari BKKBN Jawa Timur (Foto: Humas UNAIR)

Berdasarkan data BKKBN, salah satu pemicu tingginya angka stunting di Jawa Timur adalah lantaran maraknya pernikahan dini. Kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan menjadi pemicu tingginya angka pernikahan dini pada anak-anak. Untuk itu, Prof Madyan menyebut, tidak menutup kemungkinan bahwa UNAIR akan bekerja sama dengan BKKBN melalui fakultas-fakultas lain yang relevan. 

“Dari yang saya tangkap, mereka melakukan perkawinan dini karena kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan sehingga berdampak pada pemenuhan gizi anak yang mereka kandung. Mungkin ke depannya juga bisa terkait masalah perekonomian. Sehingga kita bisa kerja sama dengan fakultas lain, FEB misalnya, untuk membantu menyelesaikan masalah ekonomi,” katanya. 

Upaya-upaya untuk menurunkan angka stunting dan pernikahan ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya menurunkan stunting selaras dengan SDG 3 (Good Health and Well-being/Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik). Sementara itu, upaya menurunkan pernikahan dini selaras dengan SDG 5 (Gender Equality/Kesetaraan Gender)

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra Maria Ernawati MM menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan bantuan UNAIR. UNAIR menjadi salah satu perguruan tinggi inisiator konsorsium perguruan tinggi untuk penurunan stunting. “Kami dibantu UNAIR termasuk ketika genting-gentingnya penurunan stunting. Dan inisiasi konsorsium perguruan tinggi yang juga sudah diakui sangat membantu oleh beberapa bupati dan walikota,” terangnya.

Selaras dengan Prof Madyan, Dra Maria juga berharap kerja sama antara BKKBN dengan UNAIR dapat terus meningkat. Selain dalam hal memberikan pendampingan untuk masyarakat, kerja sama tersebut dapat berupa pemberian edukasi bagi generasi muda.

“Kalau memungkinkan ke depannya kami menginginkan generasi berikutnya paham terkait kependudukan secara global. Jadi, kalau memungkinkan bisa masuk ke salah satu program mata kuliah,” sambungnya.

Dra Maria menekankan bahwa program lainnya yang bisa dijalankan adalah KKN tematik melalui LPMB. Mengingat, Jawa Timur masih memiliki PR (pekerjaan rumah) besar dalam menurunkan angka perkawinan anak. “Semoga program-program ini bisa berlanjut. Harapan kami tentu saja kita bisa memberikan solusi perkawinan anak. Sehingga, kita bisa memotong rantai kemiskinan dan permasalahan lainnya,” tegasnya.

Penulis: Yulia Rohmawati