Universitas Airlangga Official Website

Urai Masalah Ketahanan Pangan, Mahasiswa UNAIR Ciptakan Sistem Pertanian Cerdas

Tiga orang perempuan mengenakan almamter berdiri membawa piala dan piagam penghargaan bertuliskan juara I lomba esai
Tiga Mahasiswa UNAIR meraih Juara I Esai Nasional (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Isu ketahanan pangan masih menjadi tantangan di Indonesia. Berangkat persoalan itu, tim Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menorehkan prestasi Juara I Esai Nasional. Ajang Writing Contest Family of Mahasiswa KIP-Kuliah Universitas Negeri Yogyakarta (FOMUNY) 2025 ini berlangsung secara bertahap pada pekan kedua September. 

Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa lintas fakultas. Mereka adalah Hesti Prihadini (Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin), Nur Dwi Agustina (Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin), dan Alfi Fauziyah (Fakultas Kesehatan Masyarakat).

Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung gagasan TerraGrow, sebuah sistem pertanian cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Teknologi tersebut bertujuan untuk memantau dan melakukan intervensi tanaman hortikultura secara real time. “Dengan teknologi ini, TerraGrow dapat menjadi solusi pertanian berkelanjutan, efisien, ramah lingkungan, dan meningkatkan produktivitas petani,” ujar Nur salah satu anggota.

Gagasan tersebut berangkat dari permasalahan yang sering menghambat dalam menciptakan ketahanan pangan. Salah satunya adalah petani mengalami gagal panen. Permasalahan itu, membuat mereka melihat kondisi nyata di kampung halamannya. “Seperti sering dijumpai cuaca yang tidak menentu, kurangnya pemantauan pada lahan sawah seperti kadar air pada tanah dan kadar pH. Sehingga banyak petani yang hanya mengandalkan feeling atau perkiraan untuk merawat tanamannya,” lanjutnya.

Dari permasalahan itu, Nur dan tim menawarkan solusi berkelanjutan yang memanfaatkan beberapa sensor untuk mendeteksi kadar air, pH tanah, intensitas cahaya, suhu, hingga kamera RGB untuk mendeteksi hama. Semua data tersebut terintegrasi melalui aplikasi TerraApps sehingga memudahkan petani memantau lahan pertanian secara real time. 

“Keunggulan kami daripada inovasi peserta yang lain itu yang mencolok adalah pemanfaatan teknologinya. Seperti sensor dan juga IoT untuk mengembangkan ide ini. Kebanyakan dari kelompok lain lebih mengembangkan pada sektor makanan dengan mengembangkan sumber daya yang tidak terpakai,” ungkapnya. 

Ke depan, mereka berharap bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu dari kompetisi tersebut. “Kami juga mendapatkan pengalaman dan networking baru. Di mana kami dapat berkenalan dan juga sharing dengan mahasiswa dari kampus lain yang ada di Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Adinda Octavia Setiowati

Editor: Yulia Rohmawati