n

Universitas Airlangga Official Website

Usai Selesaikan Disertasi dengan Para Sopir, Dewi Raih Predikat Wisudawan Terbaik

Desain: Feri Fenoria Rifai

UNAIR NEWS – Menjalankan kewajiban sebagai seorang istri sekaligus mengasuh tiga anak tidak menghalangi Dewi Kurniasih menjadi wisudawan terbaik S3 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Mengambil jurusan Kesehatan Masyarakat, Dewi berhasil membukukan IPK hampir sempurna yaitu 3,90.

“Di samping kuliah saya juga menjalankan tugas saya sebagai istri dan tiga anak saya yang masih kecil yaitu umur  9 tahun, 5 tahun, dan 3 tahun,” tambah perempuan kelahiran Palembang tersebut.

Dalam menyelesaikan tugas akhirnya menempuh pendidikan S3 di UNAIR, Dewi menulis disertasi dengan judul “Model Perceived Safety Driving Pengemudi Angkutan Bus Antar Kota Dalam Propinsi Di Jawa Timur Berdasarkan Teori Accident Causation Models Dan Process View Of Risk.” Dalam disertasinya tersebut, Dewi membahas mengenai apa yang menjadi peyebab perilaku pengemudi AKDP di Jawa Timur tidak memperhatikan safety riding ketika mengemudi. Yang mana, para pengemudi tersebut terkesan ugal-ugalan.

“Saya mengambil topik tersebut karena prihatin dengn angka kecelakaan dan berharap benang kusut di permasalahan transportasi terpecahkan dengan cara membantu dari sisi pembuatan kebijakan” tambahnya.

Dewi menambahkan, penyebab para pengemudi cenderung tidak memperhatikan safety riding karena adanya perubahan pola persepsi dari pengemudi. Ada empat proses persepsi yang harus diperhatikan setiap pengemudi. Diantaranya, persepsi terhadap sesuatu, penilaian risiko, kecenderungan untuk menerima atau menolak risiko, dan pengambilan keputusan risiko mana yang dipilih.

“Oleh pengemudi, penilaian risiko sudah tidak dipakai karena mereka mengemudi semacam refleks, sehingga terjadilah perubahan pola persepsi itu,” tambahnya.

Pada masa kuliahnya, perempuan kelahiran 16 Maret 1983 tersebut juga disibukkan dengan berbagai penelitian. Antara lain penelitian skala nasional dalam proyek air Umbulan, sebagai konsultan kebakaran di salah satu rumah sakit di Surabaya, dan sebagai mitra BNN  dalam dua penelitian nasional mengenai narkoba selama tahun 2017.

“Ada tantangan tersendiri sebagai mitra BNN karena yang ditemui adalah pemakai narkoba serta pengedar,” tambahnya.

Dewi mengungkapkan, saat pengambilan data untuk disertasi merupakan perjuangan yang paling mengesankan baginya. Hal itu dikarenakan dirinya harus berinteraksi dengan para sopir selama sebulan. Selain itu, Dewi juga harus berjuang memanajemen waktu dan menekan rasa malas.

Sebelum kembali mengajar, Dewi memanfaatkan waktunya untuk menikmati kebersamaan dengan anak-anaknya. Saat ini Dewi juga tengah menyelesaikan laporan penelitian hibah.

“Rencananya, saya akan kembali ke institusi untuk mengabdi mengajar dan kalau ada kesempatan akan mengikuti post-doc,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan