Tim BBK 7 Universitas Airlangga Desa Mojopuro Wetan melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi kelompok dewasa dan lansia pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengajian rutin Jama’ah ‘Aisyiyah Ranting Mojopuro Wetan di Masjid Al Manaar Desa Mojopuro Wetan dan menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari mahasiswa melalui pendekatan edukasi sebagai Upaya preventif mencegah kerusakan gigi, terutama pada lansia.
Program edukasi ini mengangkat Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan pentingnya menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi seluruh kelompok usia, termasuk kelompok dewasa dan lanjut usia. Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan umum, namun masih sering terabaikan, terutama pada kelompok lansia mengingat faktor risiko kerusakan gigi dan mulut degeneratif yang lebih tinggi pada lansia.
Dalam kegiatan ini, tim BBK 7 menyampaikan materi edukasi mengenai berbagai permasalahan kesehatan gigi yang umum dialami oleh orang dewasa dan lansia. Beberapa topik yang dibahas meliputi gigi berlubang (karies) terutama pada akar gigi, karang gigi, gigi ompong, keausan gigi, serta halitosis atau bau mulut. Materi disampaikan secara komunikatif dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga peserta dapat memahami kondisi yang sering terjadi seiring bertambahnya usia serta cara pencegahannya.
Selain membahas jenis penyakit gigi dan mulut, edukasi juga menekankan pentingnya perawatan gigi sehari-hari. Peserta diberikan pemahaman mengenai cara menyikat gigi yang benar, frekuensi menyikat gigi yang dianjurkan, pemilihan pola makan yang sehat untuk gigi, serta pentingnya kunjungan rutin ke dokter gigi. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan gigi tidak hanya berdampak pada fungsi mengunyah dan berbicara, tetapi juga berpengaruh pada kualitas hidup secara keseluruhan.
Para peserta aktif menyimak materi dan mengikuti diskusi yang disampaikan oleh tim pemateri. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya dewasa dan lansia, agar lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut dalam rangka mempertahankan gigi dewasa yang tidak dapat tergantikan.Melalui kegiatan edukasi kesehatan gigi ini, Tim BBK 7 Universitas Airlangga turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian SDGs poin ke-3, dengan memberikan edukasi yang berkelanjutan dan tepat sasaran. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Mojopuro Wetan untuk mempertahankan kesehatan gigi dan mulut yang optimal, sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera hingga usia lanjut.





