UNAIR NEWS – Tahun ini, UNAIR kembali menjadi peserta program USIPP (US-Indonesia Partnership Program) 2016. Program kerjasama antar universitas di Amerika dan Indonesia ini merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh lima universitas, yaitu dari Indonesia ada Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan Universitas Gajah Mada, sedangkan dari Amerika yaitu Lehigh University dan Towson University. Pada tahun ini, tema yang diangkat dari USIPP adalah “Democratic Society and Religious Prularisme”.
Program yang diadakan mulai tanggal 29 Mei hingga 30 Juni tersebut, diikuti oleh 12 mahasiswa yang terdiri dari 6 mahasiswa Indonesia dan 6 mahasiswa dari kedua universitas di Amerika. Salah satu mahasiswa peserta USIPP dari UNAIR adalah Amalia Mastur, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional angkatan 2013.
Amel, sapaan akrab Amalia Mastur, menceritakan pengalaman-pengalamannya ketika mengikuti program USIPP tahun ini. Ketika berada di Amerika, Amel dan kawan-kawan diajak untuk keliling Baltimore, lalu di Washington DC mereka disambut di Kedutaan Besar Indonesia. Perjalanan dilanjutkan ke New York, lalu menuju ke Nine Eleven Museum, hingga ke Pensylvania.
“Kesannya menarik, karena kita bisa tau kenapa orang Indonesia dibilang ramah banget, karena memang kita itu ramah banget. Waktu kita ke Amerika, jarang kita temui orang senyum, jarang orang menawarkan bantuan,” kenang Amel. “Kalau di Indonesia kita berdiskusi masalah agama, tapi kalau di Amerika yang dibahas adalah rasial,” imbuhnya.
Sedangkan di Indonesia terutama di Surabaya, selain mendapatkan city tour, mahasiswa peserta USIPP diajak untuk berdiskusi bersama dengan para dosen UNAIR. Antara lain diskusi mengenai keberagaman budaya Indonesia dan Interfaith Dialogue, Senin (27/7).
“Yang di UNAIR itu, mereka kita ajak keliling ke Tugu Pahlawan, terus ke House of Sampoerna, lalu ke Ampel, dan juga kita diterima langsung oleh Konjen (Konsulat Jenderal, red) Amerika yang bertempat di Jalan Untung Suropati. Sebenarnya itu adalah city tour, tapi itu kan juga memperlihatkan prularisme di kita seperti apa,” terang Dewi Sartika, selaku Koordinator International Partnership UNAIR. “Kita juga adakan diskusi, yang masih berkaitan dengan tema USIPP 2016,” imbuhnya.
Dewi mengatakan, pada Selasa (28/6), peserta USIPP diajak untuk berkunjung ke Gunung Bromo. Ia menjelaskan, selain bersenang-senang dan melihat sunrise, tujuan mereka ke salah satu tempat pariwisata Indonesia tersebut juga dalam rangka diskusi dengan para tetua kawasan Tengger,
“Kan disitu Umat Hindu lebih mayoritas daripada Muslim, jadi kita ingin lihat prularisme dari perspektif mereka,” terangnya.
Dewi berharap, program tahunan tersebut dapat meningkatkan hubungan dan kerjasama universitas antar Amerika dan Indonesia, khususnya UNAIR, sebagai salah satu peserta.
“Karena melalui program ini kami mendapatkan partner baru, dan itu bagus untuk pengembangan secara akademik dan untuk mahasiswanya. Jadi mahasiswa bisa exchange kesana. Kedua, kami juga ingin menunjukkan mahasiswa yang luas understanding-nya antar bangsa. Misalnya, Indonesia dengan Amerika, jadi mahasiswa akan lebih openminded akan suatu hal,” pungkasnya.
Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Nuri Hermawan





