UNAIR NEWS – Sukses besar kembali digapai Takmir Masjid Ulul ‘Azmi, Kampus C Universitas Airlangga Surabaya. Dalam menggelar Tabligh Akbar dengan menghadirkan Ustad Abdul Somad, Lc., MA., Sabtu (7/4), dihadiri ribu jamaah. Mereka yang datang dari berbagai daerah di Jatim itu selain memenuhi ruang utama, serambil samping dan depan masjid, juga “mengudeta” hampir seluruh halaman di depan gedung Rektorat UNAIR.
Sukses menggelar acara dengan ribuan pengunjung itu, catatan unair.news, setidaknya sudah tiga kali ini terjadi di kampus C UNAIR. Dua kegiatan sebelumnya adalah dua kali bersama Kyai Kanjeng Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), dan “UNAIR Bershalawat” bersama Habib Syech bin Abdul Assegaf.
”Kita harus bersyukur, sudah lama menunggu Ust Abdul Somad bisa hadir di UNAIR. Akhirnya malam ini benar-benar hadir ditengah-tengah kita,” demikian Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dalam sambutan membuka Tabligh Akbar bertema ”Generasi Rabbani Masa Kini” ini.
Menurut Prof. Moh Nasih, dengan tema itu maka sebagai generasi kita diajak bisa mewarisi serta mengemban nilai dan sifat-sifat Allah sebagai Rabb kita. Seperti yang dipersyaratkan Allah kepada Nabi Musa sebelum jadi pemimpin, ia harus Qowiyyun ‘Amin (kuat dan amanah). Kepada Nabi Yusuf sebelum menjadi Menteri Keuangan juga diharuskan khafidlum alim, dan Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Rasul dikenal sebagai Nabi Al-amin, penuh amanah.
”Itulah sifat-sifat generasi Rabbani yang akan menjadi pemimpin dimasa depan. Kemudian turun ke UNAIR menjadi generasi Exellence with Morality. Kita harus siap menjadi generasi Rabbani yang Qowiyyun ‘Amin, khafidlum alim, Al-amin, dan Exellence with Morality?,” tandas Rektor.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Rudi Setiawan, memanfaatkan massa yang begitu meluber, juga memberi sambutan. Kapolres berharap pada 27 Juni 2018 nanti saat Pemilukada, hendaknya masyarakat tetap menjaga kedamaian. Jangan karena beda pilihan, tetapi melahirkan situasi tidak kondusif.
”Mari kita jaga kedamaian ini. Mari kita kirim sinyal damai dari Kota Surabaya ini untuk Indonesia?,” kata Rudi Setiawan, yang dijawab massa secara koor: “siap..!”.
Lima Sifat Rabbani
Sebagai puncaknya, Ustad Abdul Somad dalam ceramahnya menjelaskan, tema “Generasi Rabbani Zaman Now” itu merupakan pilihan tepat, karena bisa memberikan gambaran bagaimana menjadi generasi dengan sifat-sifat Rabb. Tetapi diingatkan bahwa sifat-sifat Allah itu ada yang bisa diambil, dan ada yang tidak boleh diambil.
Ustad berusia 40 tahun lulusan Al-Azhar University, Kairo, Mesir, itu menerangkan, untuk menjadi generasi Rabbani setidaknya harus memiliki lima sifat. Sifat yang pertama adalah Shohibul Aqidah, akidahnya harus benar. Penjelasan intinya, katakanlah tiada yang lain kecuali kepada Allah. Sifat ini hendaknya diterapkan dalam perilaku. Misalnya hanya mengikuti akidah yang ahlussunah, berdoa atau memohon hanya kepada Allah, tidak sombong, tidak takabur, dan selalu ingat kepada Allah.
”Misalnya, agar terlindung ketika keluar rumah, bacalah bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah. Akan masuk kamar mandi/WC bacalah Allahumma Innii A’uudzu Bika Minal Khubutsi Wal-khobaaitsi. Apabila suatu saat kita lupa, disitulah setan masuk,” UAS mengingatkan.
Sifat generasi rabbani yang kedua, Al-Istiqomatu bil ibadah, beribadah yang istikhomah. Aplikasinya banyak. Misalnya menjaga jangan sampai meninggalkan salat, salat di awal waktu, berjamaah, serta menambah salat-salat sunnah. Selain puasa wajib juga menjalani puasa sunnah, dan bagi yang sudah wajib berzakat maka memenuhinya.
Generasi Rabbani juga harus husnul khulu’, berakhlak baik yang senantiasa harus dijaga. Ini sifat yang ketiga. Bersopan santun, berbudi bahasa yang lembut dan baik, dan selalu menjalankan kebiasaan baik. Dengan berakhlak baik, kata UAS, inilah faktor yang membuat seseorang diingat oleh orang lain. Disinilah esensinya mengapa untuk menjadi karyawan, dosen, dan bahkan menjadi mahasiswa, selalu diadakan seleksi atau test, hal itu tidak lain untuk mencari yang terbaik.
Sifat keempat yang seyogyanya dipenuhi generasi Rabbani, kata UAS, adalah Atta’awun, kooperatif, bisa bekerjasama, gotong-royong, tolong-menolong, bantu-membantu. Tentu saja atta’awun dalam kebaikan dan saling memberi manfaat, dan bukan sebaliknya kerjasama untuk kemaksiatan.

”Contohnya acara ini. Ada yang menjemput saya di bandara, mengurus penginapannya, mengurus akomodasinya, menyiapkan peralatan tata-suara, bahkan ada yang menyiarkan untuk massa yang lebih luas dengan teknologi informasinya (TI). Dan insya-Allah semua mendapat pahala,” kata ustad sejuta umat ini.
Yang terakhir, sebagai generasi Rabbani juga harus bisa mandiri. Selagi muda, berusahalah terus tahap demi tahap dengan cara yang benar, jujur, dan sesuai tuntunan agama. Selagi terus berusaha, jangan lupa juga disertai dengan berdoa kepada Allah.
”Tak ada doa yang tidak dikabulkan Allah. Yang belum terkabul itu hanya ditunda. Seorang anak kecil tidak mungkin diberikan pisau, karena belum tahu penggunaannya maka bisa berbahaya. Seorang remaja yang belum siap mental jangan diberi mobil, bisa-bisa malah tinggi-hati, lalai dan sering meninggalkan salat, tidak masuk sekolah, dsb. Jadi ada rejeki yang tidak diberikan Allah saat ini, tetapi akan diberikan saat di syurga nanti,” kata Ustad Abdul Somad didepan ribuan jamaah yang memadati halaman kampus C UNAIR. (*)
Penulis : Bambang Bes.





