UNAIR NEWS– Tim yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Tarissa Windy Aminianti (Ketua), Ngesti Tyas Utami, dan Widya Ariana, berhasil meraih Juara 2 di bidang Kriya kategori Mahasiswa dalam ajang UmiYouth Preneur.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yang merupakan bagian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan DJPb. UmiYouth Preneur menghadirkan dua kategori utama, yaitu umum dan mahasiswa, dengan empat bidang lomba: FnB, Fashion, Kriya, serta Sosial Lingkungan. Dari setiap kategori, lima finalis terpilih untuk berkompetisi di grand final yang berlangsung di Jakarta, di Hotel Sari Pacific, selama empat hari.
Proses Seleksi yang Ketat
Proses seleksi bermula dengan pengiriman pitch deck melalui website Wardhani Foundation. “Kami berhasil lolos ke tahap pertama (80 besar), dilanjutkan dengan seleksi tahap kedua (40 besar),” ujar Tarissa. Para finalis kemudian menuju ke Jakarta untuk mengikuti bootcamp dan pitching day, yang menentukan juara untuk masing-masing bidang.
Yang membuat ajang ini semakin prestisius adalah keberadaan juri-juri yang merupakan CEO-CEO ternama, salah satunya Pak Muhammad Ismail, CEO aplikasi Zahir. “Juri-juri yang kami hadapi semuanya sangat kredibel dan berkompeten,” tambah Tarissa.
Meskipun kompetisi ini bersifat mandiri, Tim Srikandi mendapat bimbingan langsung dari Pak Ferdi, Kepala Bagian PPA 2-A di DJPb, yang juga merupakan mentor Tarissa. “Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan bimbingan dari Pak Ferdi, apalagi beliau memiliki pengalaman langsung di DJPb dan PIP, yang merupakan penyelenggara lomba ini,” ungkapnya.
Konsep “Senyum Rangkai”
Tim Srikandi mengangkat konsep Senyum Rangkai. Tarissa menjelaskan, “Senyum Rangkai lahir dari keresahan saya melihat banyaknya sampah karangan bunga yang menumpuk setiap musim wisuda. Di sisi lain, buket bunga yang tahan lama justru cenderung mahal dan kurang personal. Oleh karena itu, saya menciptakan buket bunga berbahan kawat bulu yang lebih awet, ramah lingkungan, dan tetap terjangkau bagi mahasiswa. Produk ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki kedekatan emosional bagi pemberi dan penerima.”
Dengan menyasar mahasiswa berusia 17–25 tahun dan masyarakat Surabaya, Senyum Rangkai hadir di berbagai kanal seperti e-commerce, media sosial, serta event mahasiswa dan bazar kota. “Impian saya sebagai mahasiswa Ekonomi adalah menciptakan efek multiplier dari bisnis kecil ini. Sehingga usaha ini bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Surabaya, sekaligus membuat setiap rangkaian bunga yang diberikan menjadi awal dari sebuah senyuman,” tambahnya.
Tarissa berharap, dengan beberapa prestasi yang telah ia raihnya, ia dapat memotivasi mahasiswa lainnya. “Jangan takut untuk melangkah, kejar impian dan cita-cita kalian. Nikmati setiap prosesnya dan jadikan setiap perjalanan kalian sebagai inspirasi untuk banyak orang. Tetap optimis, konsisten, dan yakin bahwa usaha kalian akan membuahkan hasil. Setiap langkah yang kita ambil adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan!”
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





