Universitas Airlangga Official Website

Usung Program Cerdas Usaha, BBK 7 Sambipondok Dukung SDG 8

Dokumentasi KKN BBK 7 Universitas Airlangga
Dokumentasi KKN BBK 7 Universitas Airlangga

Desa Sambipondok, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik memiliki potensi besar dari komoditas jeruk nipis yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama masyarakat. Namun, fluktuasi harga saat panen raya serta sifat jeruk nipis yang cepat busuk kerap menyebabkan harga jual turun drastis. Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa KKN BBK 7 Universitas Airlangga tahun 2026 menginisiasi Program Cerdas Usaha sebagai upaya pengembangan potensi desa melalui pengolahan jeruk nipis menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Februari 2026 di Desa Sambipondok dengan melibatkan mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR, perangkat desa, Koperasi Merah Putih Desa Sambipondok, serta ibu-ibu warga desa sebagai pelaku utama usaha. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah dried lime (jeruk nipis kering) yang dipilih karena proses produksinya sederhana dan mudah diterapkan oleh warga.

Dried lime memiliki daya simpan lebih lama serta harga yang lebih stabil dibandingkan jeruk nipis segar. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai minuman herbal, infused water, bumbu masakan, hingga garnish. Melalui skema koperasi, warga mengolah jeruk nipis secara mandiri dan menyetorkan produk kepada koperasi untuk dipasarkan secara kolektif.

Selain pemaparan materi dan pemutaran video pembuatan dried lime, kegiatan ini juga dilengkapi dengan Forum Group Discussion (FGD) sebagai ruang dialog antara warga dan pihak koperasi terkait produksi dan pemasaran. Wakil Ketua Koperasi Merah Putih Desa Sambipondok, Pak Huda, menyampaikan, “Pengembangan potensi desa harus segera dimulai tanpa menunggu pembentukan kelompok. Usaha bisa berjalan dari perorangan dengan alat sederhana. Koperasi siap memasarkan produk olahan jeruk nipis serta memfasilitasi label halal secara gratis.”

Salah satu warga sekaligus pelaku usaha, Bu Umi, menambahkan, “Langkah kecil yang konsisten jauh lebih hebat daripada langkah besar tanpa aksi. Ibu-ibu perlu berinovasi agar tidak hanya menjual jeruk nipis sebagai buah segar.”

Program ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kewirausahaan desa, peningkatan pendapatan keluarga, serta peran koperasi dalam ekonomi lokal.

Penulis: BBK 7 Sambipondok