Pada awal masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), pemeriksaan rapid test banyak digunakan sebagai skrining terhadap infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi antibodi IgM/IgG SARS-CoV-2 pada tubuh pasien. Salah satu tes tersebut menggunakan metode imunokromatografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas imunokromatografi. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2020. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 pasien.
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya, Indonesia. Berdasarkan temuan penelitian, kit reagen merek Zybio memiliki akurasi 85%, sensitivitas 82%, spesifisitas 88%, nilai prediksi positif 87%, dan nilai prediksi negatif 83%. Pada kelompok pasien yang mengalami gejala klinis <7 mempunyai sensitivitas 50%, spesifisitas 88%, nilai prediksi positif 60%, nilai prediksi negatif 83%, dan akurasi 77,94% sedangkan pada kelompok pasien yang mengalami gejala klinis gejala >7 hari, mempunyai nilai sensitivitas 100%, spesifisitas 88%, nilai prediksi positif 84%, nilai prediksi negatif 100%, dan akurasi 92,68%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kit reagen merek Zybio mempunyai sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai negatif, dan akurasi sampel yang relatif tinggi. Pada kelompok dengan sensitivitas klinis < 7 hari, nilai prediksi positif dan akurasinya lebih rendah dibandingkan kelompok sampel dengan gejala klinis > 7 hari namun memiliki spesifisitas yang sama.
Penulis : Prof. Dr. Aryati, dr. MS, Sp.PK(K)
Artikel bisa di akses di : https://journal2.unusa.ac.id/index.php/IJMLST/article/view/3027





