Universitas Airlangga Official Website

Vokasi UNAIR Kupas Tuntas Pentingnya K3 di Sektor Pariwisata

UNAIR NEWS – Departemen Destinasi Pariwisata, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan talkshow Safety, Experience, Comfort, and Unique Reliability Ensuring Satisfying Tourism (SECUREST) pada Rabu (17/9/2025). Acara berlangsung di Aula Gedung C Fakultas Vokasi Kampus Dharmawangsa – B.

Kegiatan itu mengangkat tema Peran K3 dalam Membangun Kepercayaan Wisatawan Domestik dan Mancanegara. Talkshow ini menghadirkan dua pembicara inspiratif: Herlambang Sucahyo ST M MT, Ketua Tim Kerja Ekonomi Kreatif Pariwisata Disbudporapar Surabaya, serta Upik Dyah Eka Noviyanti S Ant M A, Dosen Destinasi Pariwisata UNAIR. Berbekal pengalaman di lapangan, keduanya akan berbagi wawasan tentang penerapan K3 dalam dunia pariwisata.

Upik menjelaskan bahwa kesadaran mengenai pentingnya K3 masih rendah, baik di kalangan wisatawan maupun pengelola destinasi. Padahal, K3 memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata.

“Isu keselamatan itu jauh dari yang ada di benak wisatawan, karena wisata sering dianggap hanya untuk bersenang-senang. Padahal, ada risiko kecelakaan yang jarang diperhatikan. Nah, kita sebagai orang yang berkecimpung di bidang ini perlu memikirkan aspek keselamatan dalam berwisata agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Menurut Upik, ada tiga manfaat utama penerapan K3 di sektor pariwisata, yakni melindungi wisatawan, mencegah penyimpangan yang mengancam keselamatan pekerja, serta meningkatkan kualitas kawasan wisata. Peningkatan kualitas ini juga mencakup aspek Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainbility (CHSE).

“Destinasi wisata yang menerapkan K3 mampu menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan. Karena tidak ada harta yang sangat berharga seharga nyawa. Selain wisatawan, pekerja juga memerlukan perlindungan. Hal ini dapat dilihat saat pandemi bahwa perlindungan diri tidak hanya digunakan oleh wisatawan, tetapi juga para pekerja,” imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Herlambang menyoroti banyaknya risiko kecelakaan yang belum tertangani di destinasi wisata. “Banyak sekali kecelakaan terjadi di tempat wisata karena penerapan K3 masih belum memadai,” ungkapnya.

Ia menyebutkan lima risiko umum yang sering ditemui di sektor pariwisata, yakni kecelakaan fisik, cuaca ekstrem, kecelakaan air di pantai atau sungai, keracunan pangan, serta gangguan kesehatan. “Ya karena risiko kecelakaan itulah makanya hadir K3, supaya kita bisa menjawab bahwa tidak ada tanggal apes di kalender,” jelasnya.

Melalui talkshow ini, Departemen Destinasi Pariwisata berharap baik wisatawan maupun pengelola destinasi wisata semakin sadar akan pentingnya penerapan K3 dalam pariwisata.

Penulis: Putri Andini

Editor: Khefti Al Mawalia