Universitas Airlangga Official Website

Wakil Wisudawan UNAIR Titip Pesan Pentingnya Iringi Ilmu dengan Empati

Fahmi Bayhaqi A, wakil wisudawan dari Fakultas Perikanan dan Kelautan saat menyampaikan pidato kelulusan (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Pelaksanaan wisuda Universitas Airlangga (UNAIR) selalu membawa beragam cerita dan pesan bermakna. Termasuk pada Wisuda 263 yang digelar di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, Sabtu (29/8/2026). Fahmi Bayhaqi, wakil wisudawan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) menegaskan bahwa pencapaian hari ini adalah titik awal untuk menghadapi realitas yang sebenarnya.

“Karena setelah lulus nanti, dunia tidak memberikan kita lembar soal pilihan ganda yang bisa kita pilih. A, B, C, atau D,” ucap Fahmi.

Melalui pidatonya pula, Fahmi mengajak wisudawan dan seluruh tamu undangan untuk menundukkan kepala, mendoakan para korban berbagai musibah yang tengah melanda Indonesia. Mulai dari bencana alam, musibah kebakaran hutan, hingga tragedi yang menimpa desa adat di Lombok. 

Menurutnya, ilmu pengetahuan saja tidak cukup. Ilmu perlu berjalan beriringan dengan empati agar para lulusan mampu memahami bahwa pendidikan tidak sesederhana datang ke kelas dan mengejar nilai sempurna.

“Pendidikan bukan tentang seberapa sering kita mendapatkan jawaban yang benar. Pendidikan juga tentang bagaimana kita menghadapi kenyataan ketika jawaban yang kita cari ternyata tidak kunjung ditemukan,” tutur Fahmi.

Ia menyadarkan rekan-rekannya bahwa permasalahan di masyarakat tidak selesai hanya dengan seminar. Sebab, gelar sarjana hanyalah awal dari proses belajar yang baru. 

“Jangan terlalu cepat merasa bahwa kalian sudah tahu semuanya. Tetaplah menjadi orang yang haus akan ilmu pengetahuan, mau bertanya, mau mendengar, mau dikritik, dan tentu mau belajar lagi. Karena saya yakin, dunia membutuhkan orang-orang yang bersedia menggunakan apa yang ia tahu untuk membuat sesuatu menjadi sedikit lebih baik,” tegas Fahmi.

Momen kelulusan menandai bergesernya peran mahasiswa menuju fase perjuangan baru. Resmi menyandang status sebagai alumni UNAIR, para lulusan kini mengemban tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata dan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat.

Ketua IKA UNAIR PC Malang sekaligus Direktur Utama RSUD Lawang drg Ivan Drie MMRS (Foto: Humas UNAIR)

Mewakili Pengurus Pusat Ikatan Alumni (PP IKA) UNAIR, drg Ivan Drie MMRS menegaskan bahwa para lulusan kini membawa amanah besar dari sebuah perguruan tinggi berkelas dunia. Ketua IKA UNAIR PC Malang sekaligus Direktur Utama RSUD Lawang tersebut turut mengapresiasi lonjakan prestasi almamater yang sukses melesat ke posisi 276 dunia dan menempati peringkat ketiga kampus terbaik di Indonesia.

“Kehadiran saudara-saudara sekalian di tengah masyarakat kelak, harus tetap bisa menjunjung tinggi nama baik keluarga serta almamater Universitas Airlangga,” ucapnya.

Momentum Kemerdekaan ke-81 RI diharapkan mendorong alumni baru untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Perjuangan ini harus dilakukan alumni UNAIR untuk mewujudkan kedaulatan Indonesia yang adil dan makmur. Mari menjadi alumni yang beradab, berilmu, dan tanpa melupakan akhlak mulia,” tegas drg Ivan.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati