UNAIR NEWS – Masih dalam momentum Wisuda 251 Universitas Airlangga (UNAIR) pada Minggu (27/4/2025). Sebanyak 1.029 lulusan program sarjana, magister, dan doktoral mengikuti prosesi wisuda hari kedua yang berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C. Suasana haru dan bahagia mewarnai acara perayaan puncak studi dari para wisudawan dan orang tua yang turut bangga.
Dalam suasana hangat, Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA, memberi sambutan sekaligus ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil melewati masa-masa sulit dalam proses belajar. Seperti tradisi wisuda UNAIR sebelumnya. Beberapa wisudawan berkesempatan naik ke panggung dengan menampilkan karya dan membagikan kisah perjalanan mereka yang penuh makna.
Beri Penguatan Bersama
Salah satu wisudawan berbakat asal Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, Puteri Anggraini Kurniawan, turut mempersembahkan sebuah lagu berbahasa Jepang. Lagu itu, kata Puteri, spesial ia bawakan untuk kedua orang tuanya. Melalui suara merdunya, Puteri berhasil memukau seluruh tamu undangan yang hadir.

“Melalui lagu ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada orang tua serta semua orang yang telah bertahan dan melewati segala arah hingga mampu berdiri saat ini. Sampaikan salam kita di masa lalu yang semula takut melangkah sendirian. Sekarang kita mampu ada di sini,” ujar peraih golden ticket Indonesian Idol season 13 itu.
Tunjukkan Keahlian Hukum
Menyusul penampilan Puteri, kesempatan kedua juga diperoleh Nur Nilam Sari. Wisudawan lulusan Fakultas Hukum (FH) itu, sama sekali tidak menyangka bisa diundang oleh rektor untuk maju ke podium. Ia pun memberikan pesan penguatan kepada rekan-rekan seperjuangan lewat kata-kata indahnya.
“Rekan-rekanku semua, hari ini kita merayakan wisuda setelah berjuang berada di dunia perkuliahan. Jerih payah kalian selama berkuliah dari kesusahan dalam mengerjakan tugas-tugas hingga skripsi, aku ucapkan selamat dan semoga sukses untuk jenjang berikutnya. Semangat dan menjadi UNAIR yang HEBAT,” ujar Nilam.

Ketika berdialog dengan rektor, Nilam pun bercerita pengalaman paling berkesan sewaktu kuliah di FH UNAIR. “Yang paling berkesan adalah kami sebagai mahasiswa FH harus belajar untuk sidang, termasuk membuat roleplay sebagai seorang jaksa, hakim dan saksi ahli. Kami pun berkesempatan untuk merancang ataupun melakukan pembuatan berkas-berkas. Melalui pengalaman itu, banyak memberikan kesempatan saya belajar dan mengerti tentang situasi dalam persidangan,” ungkapnya.
Momen menarik dalam acara itu, Nilam justru mendapat studi kasus dari rektor yang harus ia pecahkan mengenai tuduhan plagiarisme dan upaya penanganan proses hukumnya. Berkat kecerdikannya, ia kemudian berhasil menjelaskan semua permasalahan itu lewat kasus atas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berkat ilmu yang telah ia dalami.
Ikuti Pertukaran Mahasiswa
Sementara itu, Andi Amanda Artenia Putri, Wisudawan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), ikut menyampaikan kisah inspiratifnya. Saat berada di semester tiga, ia berkesempatan mengikuti program pertukaran mahasiswa di Hiroshima University selama tiga tahun.
“Saya belajar bahwa pendidikan sejati tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga tumbuh dan hidup dalam pertemuan budaya baru,” ujarnya. Kini, Amanda tengah melanjutkan profesi dokter gigi dan turut berterima kasih kepada orang tua yang selalu menemani prosesnya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Yulia Rohmawati





