UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak meluluskan 1369 wisudawan terbaik UNAIR dalam prosesi wisuda kedua periode 234. Prosesi wisuda tersebut berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MEER C pada Minggu (15/10/2023).
Pada momentum tersebut, Fira Rosdianti, wisudawan Vokasi D3 Bahasa Inggris UNAIR berkesempatan untuk membagikan pengalamannya menuntaskan studinya melalui program beasiswa Bidikmisi inisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Keterbatasan Ekonomi Tak Menjadi Halangan
Wisudawan asal Fakultas Vokasi tersebut menceritakan, ia merupakan anak dari seorang pedagang ketoprak yang memiliki mimpi untuk melanjutkan studi hingga sarjana. Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasannya untuk menguburkan impiannya melanjutkan studi.
Fira melanjutkan, keterbatasan tersebut tidak membuat ia gentar untuk mencapai impiannya. Ia memutuskan untuk mengikuti program beasiswa Bidikmisi. Berkat program tersebut, ia berhasil menumpas keputusasaannya untuk melanjutkan studi sarjana.
Ia tak henti mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada pemerintah Kota Surabaya yang memberikan kesempatan untuk para siswa/siswi Kota Surabaya untuk melanjutkan studi hingga jenjang sarjana.
“Saya sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Mungkin tanpa beasiswa Bidikmisi dari pemerintah, seorang anak dari pedagang ketoprak harus menguburkan impiannya dalam-dalam untuk melanjutkan studi sarjananya,” papar Wisudawan asal Tegal tersebut.
Dedikasi untuk Ayahanda
Wisudawan asal Tegal tersebut mengucapkan terima kasih kepada ayahnya yang menjadi sosok pendukung selama studinya. Perjuangan dan pengorbanan ayahnya menjadi semangat dan pacuan Fira menuntaskan studinya dengan tepat waktu.
Fira Rosdianti merupakan perempuan pertama yang berhasil mengenyam pendidikan sarjana di keluarganya. Hal ini memotivasinya untuk pembuka gerbang rezeki dari keluarganya serta menjadi role model untuk adiknya.
Fira meyakini bahwa, pencapaiannya saat ini merupakan tak lepas dari restu dan doa orang tua yang selalu menyertainya. Ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tak menghalangi seseorang untuk meraih pendidikan tinggi.
Menurutnya, kunci dari kesuksesan terletak pada usaha dan ikhtiar yang kuat. Keinginannya untuk merubah nasib dari keluarga mengantarkannya untuk tidak menyerah pada keadaan yang ia alami. Suatu keinginan harus diiringi tekat yang kuat.
“Saya menyampaikan, bahwa para mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi untuk tidak menyerah atas kondisi tersebut. Pemerintah telah menyediakan banyak fasilitas beasiswa untuk para mahasiswa yang mengalami keterbatasan finasial,” tegasnya.
Penulis: Satrio Dwi Naryo
Editor: Nuri Hermawan





