Universitas Airlangga Official Website

Workshop Jurnalistik, Jurnalis Kompas Tekankan Pentingnya News Value

Jurnalis Kompas TV Dr Abi Besman SSOS MSI dalam Workshop Jurnalistik 2023 pada Sabtu (20/5/2023) (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa D4 Perbankan dan Keuangan Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Workshop Jurnalistik 2023 pada Sabtu (20/5/2023). Acara itu berlangsung secara daring dan mengusung tema How to Become a Good Journalist in Digital Era.

Pembicara pada Workshop Jurnalistik 2023 tersebut adalah Jurnalis Senior Kompas TV dan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Dr Abi Besman SSOS MSI. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya news value atau nilai-nilai dari suatu berita dan kesepuluh news value tersebut yang akan dirinci sebagai berikut.

Keterbaruan dan Kedekatan dengan Pembaca

Abi menjelaskan bahwa landasan menulis berita adalah keterbaruan. Selain itu, penulis juga harus mempertimbangkan keinginan pembaca melalui kedekatannya. 

“Tidak harus sesuatu yang baru, tapi harus memiliki keterbaruan. Sesuatu yang terjadi 30 tahun yang lalu tapi baru dibuka sekarang, itu juga sesuatu yang baru.” 

News value kedua itu proximity (kedekatan, red) secara lokasi dan emosional. Bila audience orang Bandung, maka berita condong ke Bandung,” imbuhnya. 

Kualitas Objek Berita dan Dampak Masa Depan

News value selanjutnya adalah pihak yang diberitakan dan apa yang akan terjadi apabila membiarkan suatu hal di masa depan. Menurut Abi, tiap orang atau objek berita lainnya memiliki nilainya masing-masing. 

“Artinya, value-nya tidak terjadi setiap hari, bisa terjadi karena beda orang. Misal suatu pertengkaran, tergantung siapa yang bertengkar.” 

“Lalu, possible future impact. Apa yang akan terjadi di masa depan. Bagaimana informasi itu kita berikan kepada publik untuk menjawab rasa takut mereka,” tambahnya.

Nama Besar dan Konflik

Berita, sambung Abi, harus memenuhi prominences atau nama besar juga konflik. Objek berita haruslah seseorang yang memiliki nama besar. Selain itu, konflik juga dapat menjadi pertimbangan karena pada dasarnya manusia menyukai konflik.

“Punya nama besar, value Jokowi dengan saya jelas berbeda, jokowi punya nama besar. Lalu konflik. Manusia suka melihat konflik sehingga konflik selalu menjadi news value bagi manusia, selama konfliknya layak,” ungkapnya.

Kerumunan dan Konsekuensi

Abi menggambarkannya dengan demonstrasi. Apa yang mereka tuntut memiliki news value. Selain itu, suatu hal yang berkonsekuensi tinggi juga memiliki news value. 

“Kalau ada ribuan orang turun ke jalan itu juga news value, apa yang mereka minta, apa yang mereka tuntut, atau sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” jelasnya.

Ketertarikan dan Hal Mengejutkan

Setiap manusia memiliki keingintahuan pada suatu hal dan sesuatu yang mengejutkan. Maka dari itu, Abi merumuskan dua news value terakhir adalah human interest dan shock value. 

“Setiap kita suka bergosip, entah itu berita jelek atau buruk, kita punya human interest. Terakhir shock value, mungkin kejadiannya sekali seumur hidup. Misalnya tsunami di Aceh, terjadi sekali dan berharap tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya.

Menurutnya, berita tergantung pada siapa yang menulis. Tidak ada jurnalisme yang baik tanpa jurnalis yang baik dan tidak ada jurnalis yang baik tanpa jurnalisme yang baik. (*)

Penulis : Muhammad Badrul Anwar

Editor: Nuri Hermawan