UNAIR NEWS – Hari raya Idulfitri menandakan berakhirnya bulan Ramadan dan sering bermakna sebagai hari kemenangan. Berbagai upaya dan persiapan dilakukan untuk menyambut Idulfitri. Mulai dari menyiapkan aneka makanan khas lebaran, hingga membersihkan rumah dan mendekorasinya sebagus mungkin.
Merespon hal tersebut, The World University Association for Community Development (WUACD) mengadakan webinar internasional. Acara itu bertajuk As Hari Raya Is Approaching, Celebration Fever and Chills. Berlangsung secara virtual pada Senin (17/4/2023), UNAIR pun bekerja sama dengan UCSI University, Malaysia dan menghadirkan beberapa narasumber.
Pada kesempatan pertama, MS Syarifah Maisarah Syed Alwi menyampaikan materinya tentang health management during celebration. Syarifah mengungkapkan bahwa hari raya Idul Fitri dapat berperan dalam meningkatkan kesehatan mental. Sejenak, orang-orang akan teralihkan dari kekhawatiran yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Di Malaysia sendiri, lanjutnya, hari raya menjadi sebuah reuni keluarga.
“Perayaan hari raya Idulfitri menjadi festival atau acara yang penting di sini dan dapat mengubah kekhawatiran menjadi kebahagiaan,” ungkap Syarifah.
Harus Waspada
Beberapa kewaspadaan tetap harus diperhatikan, menurutnya, jika tahun-tahun sebelumnya perayaan Idul Fitri terhalang oleh pandemi covid, untuk tahun ini sudah diberlakukan new normal dan bisa dilaksanakan secara maksimal.
Tidak hanya itu, saat hari raya Idul Fitri banyak orang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, hal ini dapat meningkatkan risiko penularan dan juga berisiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, jadi perlu berhati-hati saat merayakan hari raya Idul Fitri, imbuhnya.
Materi selanjutnya oleh MS Kelly Phang Kar Lin. Ia membahas terkait coping strategies of celebration. Dalam pemaparannya, Kelly mengatakan bahwa salah satu strategi koping saat perayaan. Menurutnya, terutama ketika melakukan komunikasi dengan kerabat, hal yang perlu diperhatikan adalah berhati-hati dalam menetapkan batasan komunikasi, serta lebih tegas dengan apa yang diinginkan.
“Berbicara tentang ketegasan, saat melakukan perayaan dan bertemu dengan orang lain, kita berhak menyuarakan apa yang nyaman dan lebih nyaman. Berbagai pertanyaan kadang muncul dan menimbulkan stress. Seharusnya hari raya Idulfitri menjadi saat membahagiakan, justru malah menimbulkan stress,” ucapnya.
Hal lain yang menjadi sorotan, lanjutnya, adalah perawatan diri sendiri. Entah itu saat persiapan, ataupun saat kegiatan sendiri, mungkin sebagian dari kita merasa lemah. “Saya sendiri punya anggota keluarga di rumah, dan saya memiliki segala macam tanggung jawab untuk melakukannya. Tentu saja, ini secara alami menimbulkan berbagai tekanan dalam hidup saya,” ungkapnya.
“Kegiatan yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari perawatan diri seperti melakukan hal yang menyenangkan, jika perlu temukan seseorang yang dekat untuk diajak bicara, untuk sekadar menghabiskan waktu keluar, itu juga termasuk perawatan diri,” tambahnya.
Penulis: Tia Restutika
Editor: Nuri Hermawan





