Universitas Airlangga Official Website

Wujudkan Global Innovation Health, UNAIR Gencarkan Paten Internasional

Wakil Rektor Bidang RICD UNAIR Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD KGEH PhD FINASIM saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi acara Pelatihan Paten Internasional Skema PCT-WIPO (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) terus memacu dosen dan peneliti untuk melindungi kekayaan intelektualnya di kancah global. Melalui Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI), UNAIR menyelenggarakan pelatihan bertajuk Tips and Trick Penulisan Paten Internasional Skema PCT-WIPO. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Dewa Ruci, Gedung ACC Lantai 2, Kampus MERR-C UNAIR, pada Rabu (1/4/2026).

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD KGEH PhD FINASIM secara resmi membuka acara tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir memenuhi ruangan. “Alhamdulillah ruangan sangat penuh oleh dosen dan peneliti. Kita mendorong agar paten menjadi ukuran bagi UNAIR agar inovasi dosen tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” ungkapnya.

Prof Miftahussurur menekankan bahwa penguatan paten merupakan langkah strategis untuk meningkatkan reputasi dan daya saing universitas yang lebih substansial daripada sekadar pemeringkatan. Ia menyebutkan bahwa selama periode 2025-2026, UNAIR menargetkan pencapaian sebanyak 81 paten. “Ini merupakan upaya UNAIR untuk memperkuat reputasi. Salah satu yang bisa kita manfaatkan adalah Patent Cooperation Treaty (PCT). Kebaruan inovasi akan menjadi dasar kuat untuk pengajuan paten di berbagai negara tujuan,” jelasnya.

Puluhan dosen dan peneliti memenuhi Ruang Dewa Ruci dalam kegiatan pelatihan penulisan paten internasional guna mendorong transformasi UNAIR menuju Global Innovation Health (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal praktis melalui pembagian strategi dan tips bagi para peneliti. Harapannya, hal tersebut dapat memperkokoh ekosistem riset di lingkungan kampus. “Ke depan, hal ini akan memperkuat ekosistem riset dan kekayaan intelektual sebagai upaya mendorong transformasi UNAIR sebagai Global Innovation Health,” tutur Prof Miftahussurur saat membuka acara.

Ketua LPJPHKI Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD melaporkan bahwa pengajuan hak paten kini telah menjadi budaya di UNAIR dengan total 647 paten yang tercatat hingga tahun ini. Namun, fokus utama saat ini adalah menembus pasar internasional. “Tahun ini kami mendampingi target baru, yaitu dua paten internasional dari lembaga dan delapan paten internasional dari fakultas. Jumlah ini cukup signifikan dan harus kita wujudkan,” tegasnya.

LPJPHKI juga telah menyediakan sistem pendukung berupa Learning Management System (LMS) yang dapat diakses melalui situs resmi untuk memudahkan peneliti menyimak materi sosialisasi maupun mengerjakan kuis sertifikasi. Selain itu, LPJPHKI juga membuka layanan klinik konsultasi rutin guna mendampingi para peneliti secara intensif.

“Kami standby setiap hari Jumat dari jam 09.00 hingga 11.00 WIB pagi untuk membantu bapak dan ibu yang memiliki kendala. Kalau soal substansi, bisa langsung ke pakarnya, dan kami harap bapak ibu juga proaktif untuk bertanya jika ada kendala. Insyaallah kami sangat responsif dalam membantu. Kami benar-benar berharap paten UNAIR bisa menembus internasional,” pungkas Prof Ferry.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan Diniy

Editor: Yulia Rohmawati