UNAIR NEWS – Kesadaran akan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi pondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Menyadari hal tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam tim Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) di Kelurahan Tlogopatut menggelar program bertajuk “PILAR Tlogopatut”. Kegiatan yang berfokus pada pemilahan sampah dari skala rumah tangga ini dilaksanakan pada Minggu (11/1/2026) di titik pengumpulan Shadaqah Sampah setempat.
Program ini lahir sebagai respon atas keresahan masyarakat terkait pola pengangkutan sampah. Selama ini, pengepul atau ‘Pak Rombeng’ yang bertugas mengambil sampah kerap datang dengan jadwal yang tidak menentu. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya budaya memilah sampah di tingkat warga, sehingga beban pemilahan sepenuhnya bertumpu pada petugas di titik akhir. Akibatnya, terjadi penumpukan sampah yang tidak terorganisir di lokasi pengumpulan.
Penanggung jawab lingkungan tim BBK 7 Tlogopatut merasa bahwa inti dari permasalahan ini adalah rendahnya budaya pemilahan sampah sedari rumah. Dalam aksi nyata tersebut, para mahasiswa bersama 12 warga setempat terjun langsung memilah berbagai jenis sampah, mulai dari botol plastik, gelas plastik, perkakas plastik bekas, logam, hingga kardus.
Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan warga berlangsung cukup hangat. Warga RT 01/ RW 02 menyambut antusias kehadiran mahasiswa yang terjun langsung membantu pekerjaan fisik tersebut. Sebagai langkah edukasi berkelanjutan, tim BBK juga memasang poster himbauan edukatif mengenai tata cara pengelompokkan sampah agar warga dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
Hasilnya, seluruh sampah di titik pengumpulan berhasil terpilah dengan rapi tanpa ada penumpukan lagi. Meski sukses, tim BBK mencatat beberapa poin refleksi untuk pelaksanaan kedepan. Diperlukan persiapan koordinasi yang lebih matang dan proaktif dengan tokoh masyarakat setempat jauh sebelum hari pelaksanaan. Selain itu, membangun koneksi awal melalui percakapan santai dengan warga dinilai penting guna memperkuat kepercayaan dan kerja sama timbal balik.
Ibu Riris selaku ketua RT 01/RW 02, pun menyatakan pesan dan kesan dari kehadiran tim BBK 7, “Kita sebagai warga sangat terbantu serta dapat membangkitkan kepedulian dalam hal pengelolaan sampah. Kami sangat berterima kasih adanya adek-adek KKN yang bisa datang memeriahkan kampung RT 01/RW 02”.
Mahasiswa BBK 7 Kelurahan Tlogopatut saat melakukan penempelan poster himbauan edukasi pemilahan sampah di titik pengumpulan Shadaqah Sampah (Foto: Dok. Tim)
Melalui program Pilar Tlogopatut, diharapkan tradisi memilah sampah sebelum diserahkan ke Shadaqah Sampah dapat membudaya. Hal ini tidak hanya mempermudah kerja perangkat sampah, tetapi juga meningkatkan nilai guna limbah yang masih bisa didaur ulang demi ekosistem desa yang lebih bersih.
Penulis: Tim BBK 7 UNAIR Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik





