Universitas Airlangga Official Website

Yusak Anshori, Alumni UNAIR yang Gagas Konsep Soft Brain Engineer

Mohamad Yusak Anshori, alumnus FEB UNAIR yang jadi Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Keuangan, Aset, dan Perencanaan UNUSA (Foto: Humas UNUSA

UNAIR NEWS – M Yusak Anshori alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) membuktikan kiprahnya di dunia pendidikan. Ia kini dipercaya oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) sebagai Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Keuangan, Aset, dan Perencanaan. Lama mengabdi di dunia pendidikan, Yusak gagas konsep Soft Brain Engineer. Konsep itu hadir melalui perjalanan panjang dan dedikasinya untuk dunia pendidikan.

Yusak menunjukkan perjalanan karir yang memiliki keterikatan kuat dengan bidang pendidikan. Yusak menyelesaikan studi sarjana di Universitas Gadjah Mada dan selanjutnya memilih UNAIR sebagai tempatnya menempuh pendidikan magister hingga doktoral. 

Semasa menjalani S2 di UNAIR, Yusak juga diamahani sebagai General Manager Surabaya Plaza Hotel. Kemudian, ia memulai menjalani karier sebagai pengajar di program Magister Manajemen (MM) dan International Undergraduate Program (IUP) di UNAIR. Hal tersebut menjadikannya memiliki kedekatan emosional cukup kuat dengan UNAIR.

“Saya menempuh S2 dan S3 di UNAIR jadi ada keterikatan emosional yang cukup kuat karena banyak teman-teman juga yang di sana sehingga saya merasa lebih nyaman. Kemudian, saya mengajar juga di MM (magister manajemen, red) terkadang juga mengajar di International Undergraduate Program itu (IUP),” ungkapnya. 

Sebagai seorang yang telah lama menjadi pengajar, Yusak pun dikenal memiliki berbagai gagasan penting dalam dunia pendidikan. Yusak memandang bahwa pendidikan tinggi berperan dalam membentuk kemampuan berpikir kognitif sumber daya manusia (SDM) yang baik. Di era globalisasi ini, Yusak menekankan pentingnya berpikir kritis dalam memaknai perkembangan teknologi. 

Momen pelantikan Wakil Rektor Periode 2025-2030 oleh UNUSA (Foto: Istimewa)

Ia juga menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar pendidikan di era teknologi adalah kualitas SDM. Menurutnya, kualitas SDM yang unggul dapat memperbaiki sistem yang kurang optimal. “Karena menurut saya, jika suatu sistem di dalam lembaga pendidikan ataupun perusahaan itu baik tetapi kalau SDM-nya kurang maka akan merusak. Sebaliknya, jika sistem yang ada di perusahaan maupun di lembaga pendidikan itu buruk tetapi SDM-nya bagus dia akan membenahi sistem tersebut,” jelas Yusak.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Yusak menuangkannya dalam sebuah konsep Soft Brain Engineer dan kemudian menerbitkannya dalam buku berjudul Softbrain Engineer Membangun Kecerdasan Organisasi di Era Disrupsi. Konsep tersebut menyoroti adanya keseimbangan perkembangan teknologi dengan kemampuan manusia dalam mengendalikannya. 

Ia juga mengungkapkan bahwa mahasiswa UNAIR harus memiliki pemahaman teknologi terkait data science dan big data. Hal ini sebagai bekal agar pengendalian teknologi sepenuhnya berada pada manusia bukan sebaliknya. “Oleh karena itu persiapkan diri dengan baik mengenai kompetensi yang Anda miliki dan kembangkan. Imbangi dengan kemampuan bahasa, analisa, dan logika karena itu yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” pungkasnya. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara 

Editor: Yulia Rohmawati