Universitas Airlangga Official Website

Fleksibilitas Kognitif dan Keterampilan Koping sebagai Prediktor Ketahanan Akademik pada Anak dengan ADHD

Anak dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) mengalami berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal konsentrasi, pengendalian impuls, dan pengaturan emosi. Kesulitan tersebut sering membuat mereka tampak mudah frustrasi, cepat kehilangan minat, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami instruksi. Dalam konteks akademik, hambatan ini dapat menurunkan kepercayaan diri dan membuat anak mengalami kesulitan mempertahankan motivasi belajar. Karena itu, konsep academic resilience, yaitu kemampuan untuk tetap bertahan, bangkit, dan terus berusaha meskipun menghadapi kendala, menjadi sangat penting untuk dipahami.

Dua kemampuan utama yang berperan besar dalam membangun ketangguhan akademik pada anak dengan ADHD adalah cognitive flexibility dan coping skills. Cognitive flexibility merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengubah cara berpikir, menyesuaikan strategi, dan melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda. Anak dengan fleksibilitas kognitif yang baik cenderung lebih mudah menerima perubahan, tidak terpaku pada satu cara kerja, dan mampu mencari alternatif ketika mengalami kesulitan. Sebaliknya, keterbatasan fleksibilitas dapat membuat anak mudah menyerah, terjebak dalam pola pikir kaku, atau kesulitan mengikuti perubahan aktivitas di kelas.

Penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa cognitive flexibility tidak bersifat tetap, melainkan dapat dikembangkan. Aktivitas seperti permainan strategi, latihan fisik terstruktur, dan kegiatan yang melibatkan pemecahan masalah terbukti dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir fleksibel. Bahkan intervensi berbasis mindfulness menunjukkan hasil positif dalam memperbaiki fungsi eksekutif, termasuk perhatian dan pengendalian emosi, yang akhirnya mendukung perkembangan fleksibilitas kognitif.

Selain fleksibilitas, coping skills juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Coping skills adalah cara anak menghadapi stres, tekanan, atau situasi sulit. Anak dengan ADHD sering menggunakan coping yang kurang adaptif, seperti menghindari tugas, melampiaskan emosi secara impulsif, atau menyalahkan diri sendiri. Pola tersebut dapat memperburuk stres dan menurunkan prestasi. Sebaliknya, coping yang adaptif—misalnya meminta bantuan, menyusun rencana, atau melakukan positive reframing—dapat membantu anak tetap tenang dan menyelesaikan tugas secara lebih efektif.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa cognitive flexibility dan coping skills bekerja secara saling melengkapi. Fleksibilitas kognitif membantu anak memilih strategi coping yang sesuai dengan situasi, sementara coping yang baik memberi ruang bagi anak untuk menghadapi tekanan tanpa kehilangan kemampuan berpikir jernih. Kombinasi keduanya inilah yang membentuk dasar ketangguhan akademik: anak mampu menyesuaikan diri, tetap berusaha meski mengalami kegagalan, dan memulihkan semangat belajar.

Kedua kemampuan tersebut dapat dilatih melalui pendekatan yang konsisten. Intervensi seperti terapi perilaku, sosial, dan sensorik; latihan mindfulness; pendidikan karakter; serta lingkungan belajar yang suportif dapat meningkatkan fleksibilitas dan coping anak secara bertahap. Dukungan orang tua dan guru juga sangat penting, terutama melalui rutinitas yang jelas, komunikasi yang positif, dan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi tanpa takut melakukan kesalahan.

Memahami keterkaitan antara cognitive flexibility dan coping skills memberikan perspektif baru dalam mendampingi anak dengan ADHD. Fokus pendampingan tidak hanya pada pengurangan gejala, tetapi juga pada penguatan kemampuan adaptif yang memungkinkan mereka menghadapi tantangan akademik dengan lebih percaya diri. Dengan strategi yang tepat, anak dengan ADHD memiliki potensi besar untuk berkembang, berprestasi, dan mencapai ketangguhan yang berkelanjutan dalam proses belajar.

Untuk lebih detail dan lengkap nya dapat diunduh dari https://doi.org/10.32996/jmhs.2025.6.8.1

Penulis: Dr. Yunias Setiawati, dr.,Sp.K.J(K)