Placenta accreta spectrum (PAS) dan dehiscence luka uterus dengan plasenta yang tidak melekat di bawahnya adalah kondisi obstetrik kritis yang memerlukan diagnosis prenatal yang akurat untuk manajemen pasien yang optimal. Diskriminasi prenatal antara kedua kondisi ini bergantung pada faktor-faktor seperti lokasi plasenta, luas tempat tidur plasenta yang abnormal, neovaskularisasi, dan keterlibatan struktur panggul sekitarnya. Manajemen PAS bergantung pada karakteristik individu, dan pentingnya pendekatan tim multidisiplin dan perencanaan praoperasi yang tepat. Meskipun teknologi pencitraan seperti ultrasound volume rendering 3-dimensi (3D VRU) menawarkan kemungkinan evaluasi yang lebih rinci, belum ada satu metode pun yang dapat secara akurat memprediksi komplikasi intraoperatif dan morbiditas potensial pada PAS. Prediksi yang lebih baik terhadap keparahan PAS dapat membantu dalam mengambil tindakan pencegahan yang tepat sebelum operasi, sambil meminimalkan risiko morbiditas yang tidak perlu.
Kemunculan teknologi ultrasound volume rendering 3-dimensi (3D VRU) yang canggih menawarkan kesempatan untuk evaluasi rinci tempat tidur uteroplasenta dan antarmuka vesikouterin. Teknologi ini telah terintegrasi dalam sebagian besar mesin ultrasound terbaru dan telah terbukti memberikan detail lebih lanjut yang tidak dapat dilihat dengan pencitraan 2-dimensi (2D) konvensional. Namun, hanya sedikit studi yang telah menyelidiki penggunaannya dalam skrining prenatal untuk PAS. Dalam studi ini, kami menyelidiki peran 3D VRU dalam membedakan antara dehiscence luka dengan plasenta yang tidak melekat di bawahnya dan PAS serta mengevaluasi kegunaannya dalam menentukan keparahan dan keterlibatan kandung kemih dalam kasus PAS.
Penulis: Rozi Aditya Aryananda, dr., SpOG
Baca Juga: Pengukuran Titik-Titik Landmark Wajah Secara Otomatis Menggunakan Pembelajaran Mesin





