Universitas Airlangga Official Website

Menilik Seropositivitas Covid-19: Berapa Lama Antibodi Bertahan?

Ilustrasi by Suara com

Sudah lebih dari dua tahun berlalu sejak coronavirus disease 2019 (COVID-19) dideklarasikan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 9 Maret 2020. COVID-19 disebabkan oleh infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), dan umumnya ditularkan melalui droplet saliva atau cairan saluran pernafasan individu yang terinfeksi.

Pemerintah Republik Indonesia mengonfirmasi kasus COVID-19 pertama pada tanggal 2 Maret 2020. Hingga tanggal 30 Desember 2020, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan 735.124 individu terkonfirmasi positif COVID-19. Secara klinis, sebagian besar individu yang terinfeksi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Akan tetapi, pada kelompok lanjut usia dan kelompok dengan penyakit komorbid, COVID-19 dapat dapat menyebabkan timbulnya komplikasi, hingga kematian.

Pada infeksi COVID-19, antibodi memiliki peran penting dalam dalam mengatasi infeksi, utamanya untuk menetralisasi SARS-CoV-2. Serokonversi  imunoglobulin G (IgG) biasanya terjadi dalam 7 hingga 14 hari pasca infeksi, dan kadar IgG cenderung berbanding lurus dengan viral load SARS-CoV-2. Intensitas respon imun humoral diketahui berkorelasi dengan keparahan penyakit.

Serokonversi IgG terjadi baik pada individu tanpa gejala maupun dengan gejala, yang mana periode serokonversi lebih cepat terjadi pada individu tanpa gejala. Bertolak belakang dengan periode serokonversi, seropositivitas IgG diperkirakan bertahan lebih lama pada individu dengan gejala. Akan tetapi, penelitian yang membahas periode seropositivitas cenderung terbatas dan belum konklusif. Karenanya, peneliti dari Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga dan Kobe University yang bekerja sama dalam Indonesia-Japan Collaborative Research Center for Emerging and Re-Emerging Infectious Diseases,berusaha menginvestigasi periode seropositivititas COVID-19 pada individu yang berkerja di fasilitas penelitian kesehatan di Surabaya.

Selama 10 bulan, sejak Mei 2020 hingga Pebruari 2021, seropositivitas IgG COVID-19 pada 45 partisipan diuji secara berkala. Sebanyak 13 partisipan terdeteksi seropositif IgG COVID-19 minimal satu kali, sedangkan 32 partisipan tetap seronegatif selama periode penelitian. Dari 13 partisipan yang terdeteksi seropositif IgG COVID-19, 9 diantaranya terdeteksi seropositif minimal dua kali, dan memenuhi kriteria untuk evaluasi periode seropositivitas. Periode seropositivitas IgG COVID-19 terevaluasi selama 47 hari hingga lebih dari 233 hari. Hal ini mengindikasikan periode seropositivitas yang bervariasi antar individu.

Adanya program vaksinasi COVID-19 yang diluncurkan pada awal tahun 2021 ditujukan untuk menginduksi seropositivitas antibodi COVID-19 pada masyarakat luas. Tidak seperti infeksi COVID-19 yang memiliki periode seropositivitas cenderung bervariasi, vaksin diharapkan dapat memberikan periode seropositivitas yang cukup homogen dan bersifat protektif terhadap COVID-19.

Penulis: Ni Luh Ayu Megasari

Artikel penuh dapat dilihat pada laman: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1348-0421.12962

Lusida et al. Viral shedding and the durability of immunoglobulin G antibodies to severe acute respiratory syndrome coronavirus 2. Microbiology and Immunology. 2022; 66(4): 173-178.