Ikan gurami (Osphronemus goramy) merupakan salah satu ikan lokal ekonomis penting di Indonesia. Ikan ini secara luas telah dibudidayakan, memiliki permintaan yang tinggi di pasaran, dan sering disajikan sebagai ikan bakar di restoran-restoran. Produksi budidaya ikan gurami cukup lambat karena beberapa alasan. Masih ada banyak kekosongan informasi mengenai aspek biologi ikan ini, termasuk pada stadia juvenile, karena budidayanya masih banyak secara tradisional yang hanya mengandalkan pengalaman saja. Di sisi lain, pertumbuhan ikan gurami cukup lambat sehingga produksinya sulit untuk digenjot untuk memenuhi permintaan pasar. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ikan adalah dengan menggunakan enzim eksogenus yang ditambahkan pada pakan sehingga dapat meningkatkan kecernaan dan pemanfaatan pakan.
Pada tahun-tahun ini, industri pakan dan budidaya hewan memberikan perhatian yang besar pada penggunaan produk enzim sebagai zat aditif pada pakan hewan sebagai metode untuk meningkatkan performa pertumbuhan. Enzim eksogenus telah diaplikasikan secara umum pada pakan hewan terrestrial seperti babi dan ayam. Penggunaan enzim eksogenus pada pakan ikan juga telah banyak dilakukan seperti pada ikan mas (Cyprinus carpio), ikan sturgeon (Huso huso), ikan gibel carp (Carassius auratus gibelio), ikan patin (Pangasius hypopthalmus), dan lain sebagainya. Meskipun begitu, studi sebelumnya mengenai penggunaan eksogenus enzim papain dan bromelain pada pakan ikan gurami tidak memberikan efek yang signifikan pada pertumbuhan ikan gurami. Multi-enzim kompleks (Newzimeâ„¢, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, Indonesia) digunakan pada studi ini untuk meningkatkan dan mengklarifikasi studi sebelumnya.
Pakan terdiri dari campuran kompleks protein kasar, lemak kasar, karbohidrat, garam anorganik, dan bahan lainnya. Sehingga penggunaan kombinasi enzim eksogen daripada enzim tunggal mungkin lebih bermanfaat. Campuran enzim eksogen dengan penyesuaian yang sesuai juga telah ditunjukkan dalam beberapa percobaan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan dan meminimalkan koefisien pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enzim pakan eksogen terhadap pertumbuhan ikan gurami dan mendapatkan dosis enzim yang optimal.
Sebanyak 200 ekor ikan gurami juvenil (panjang total 5,5 ± 0,5 cm) diperoleh dari Balai Benih Ikan Kabat, Banyuwangi, Indonesia. Semua ikan dibagi rata dalam 20 akuarium kaca (40 x 30 x 30 cm3) dan dipelihara selama 40 hari dengan perlakuan pakan mengandung enzim dengan rincian sebagai berikut: kontrol (tanpa enzim), pakan 2,5 ml/100 g, pakan 5,0 ml/100 g , 7,5 ml/100 g pakan, 10,0 ml/100 g pakan (4 ulangan pada setiap perlakuan). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah laju pertumbuhan harian (DGR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan rasio konversi pakan (FCR). Enzim pakan eksogen berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap semua parameter, hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan pakan 10,0 ml/100 g sebagai dosis aplikasi optimum.
Penulis: Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si.
Informasi lebih lengkap dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1036/1/012108





