Universitas Airlangga Official Website

Perbandingan Recovery Rate, Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Post Thawing dengan Menggunakan Polyvinylpyrrolidone dan Hyaluronic Acid

Foto by Kompas com

Infertilitas mempengaruhi 8-12 persen pasangan usia reproduksi, dengan faktor laki-laki menyumbang 20-30 persen kasus. Pembekuan sperma adalah salah satu teknik untuk menghindari Intra cytoplasmic sperm injection (ICSI). (Polyvinylpyrrolidone) PVP dan Hyaluronic Acid (HA) memperlambat pergerakan spermatozoa, sehingga spermatozoa terbaik memiliki motilitas yang lebih cepat. Belum ada penelitian sebelumnya yang membandingkan spermatozoa beku dengan pemberian PVP dan HA. Kriopreservasi jumlah sedikit memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas jumlah spermatozoa yang akan dibekukan serta volume yang sedikit sehingga dapat digunakan dalam kasus oligozoospermia, spermatozoa hasil PESA atau TESE. Spermatozoa dengan kualitas terbaik memiliki motilitas yang baik sehingga menyulitkan operator untuk menangkapnya. Pelambat sperma adalah solusi untuk mendapatkan spermatozoa dengan motilitas yang baik. Berdasarkan permasalahan ini maka Haris Cakrasana dibawah bimbingan Reny I’tishom dan Supardi melakukan penelitian membandingkan recovery rate, motility rate, dan viabilitas pada kriopreservasi spermatozoa dengan jumlah sedikit yang menggunakan Polyvinylpyrrolidone (PVP) dan Hyaluronic Acid untuk membantu proses handling spermatozoa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemulihan, tingkat motilitas, dan tingkat viabilitas spermatozoa yang terpapar PVP versus HA sebagai media penanganan sebelum kriopreservasi spermatozoa individu.

Penelitian sendiri dilaksanakan di Laboratorium Biologi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Penelitian ini menggunakan ejakulasi dari 10 sukarelawan sebagai sampel. Teknik WHO digunakan untuk menilai semua sampel untuk motilitas, konsentrasi, dan morfologi spermatozoa. Untuk memudahkan penanganan spermatozoa, dipilih sekitar 10-15 spermatozoa motil untuk kriopreservasi dalam media PVP dan SpermSlow menggunakan mikromanipulator. Spermatozoa terpilih kemudian dipindahkan ke dalam kriotek yang telah diisi sebelumnya dengan media beku sperma dan diawetkan menggunakan prosedur pembekuan ultra cepat. Spermatozoa dibekukan dalam nitrogen cair dalam waktu semalam.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya perbedaan secara signifikan antara kelompok spermatozoa yang dilakukan kriopreservasi dengan paparan PVP atau Hyaluronic acid baik pada recovery rate (p=0,520), laju motilitas (p=0,595), laju motilitas progresif (p=0,162), dan laju viabilitas (p=0,762) spermatozoa dengan dan tanpa paparan PVP sebelum kriopreservasi jumlah sperma terbatas tidak berbeda. PVP maupun HA memiliki viskositas yang tinggi sehingga dapat memilih spermatozoa dengan motilitas yang baik. Spermatozoa dengan kualitas yang baik akan menghasilkan tuaian post thawing yang lebih baik, karena proses kriopreservasi dapat menyebabkan dehidrasi sel spermatozoa, kristal es intra maupun ekstraselular, syok osmotik dan reskristalisasi. PVP dan HA memudahkan operator memilih sperma terbaik untuk dilakukan kriopreservasi. Kriopreservasi spermatozoa menyebabkan merusak integritas membran sel dan merusak mitokondria, keruskan mitokondria berpengaruh pada motilitas spermatozoa yang akan ikut terganggu. Tidak ada perbedaan signifikan tuaian pasca thawing antara kelompok spermatozoa yang terpapar PVP dan HA dalam hal recovery rate, motilitas, motilitas progresivitas dan viabilitas, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui ultrastruktur spermatozoa ataupun keutuhan DNA pada spermatozoa.

Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada perbedaan antara PVP dan HA, kecuali bahwa Asam Hyaluronic memiliki tingkat motilitas progresif yang sedikit lebih tinggi, meskipun diperlukan lebih banyak pengujian pada ultrastruktur fungsi sperma.

Penulis: Haris Cakrasana, Reny I’tishom, MPB Dyah Pramesti, Supardi, Agustinus, Ria Margiana

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di   https://www.revhipertension.com/index_sumario_2_2022.html

Berikut judul dan link artikel:

Judul : Use of polyvinylpyrrolidone and hyaluronic acid as sperm slower agent to compare recovery rate, motility rate, and viability of spermatozoa post thawing

Link : https://www.revhipertension.com/rlh_2_2022/5_use_polyvinylpyrrolidone_hyaluronic_acid.pdf