Universitas Airlangga Official Website

Infeksi Virus Cytomegalo Teridentifikasi pada Hati Bayi dengan Gangguan Aliran Empedu

Ilustrasi oleh meddic.jp

Virus cytomegalo atau disingkat dengan virus CMV adalah virus yang paling sering ditemukan pada bayi dengan gangguan aliran empedu. Salah satu gejalanya yaitu bayi tampak kuning. Warna kuning ini dapat ditemukan pada kulit bayi, bagian putih dari mata bayi, dan juga dapat ditemukan pada telapak tangan dan kaki bayi. Selain itu, urin bayi tersebut juga tampak kuning pekat dan tinja berwarna pucat. Warna kuning ini terjadi pada karena penumpukan bilirubin secara berlebihan sehingga kadar bilirubin yang tinggi ini dapat dideteksi dalam darah bayi.

Infeksi virus CMV dapat diperoleh selama kehamilan, pada saat proses kelahiran, maupun infeksi dari luar setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang terinfeksi virus CMV tidak menunjukkan gejala klinis, namun sekitar 15% menunjukkan gejala seperti gangguan pertumbuhan, berat badan lahir yang rendah, kelainan pada perkembangan otak atau beberapa organ lainnya, serta berkurangnya pendengaran bahkan bisa menyebabkan ketulian. Oleh karena itu diagnosis untuk mengidentifikasi adanya infeksi CMV pada hati bayi secara dini menjadi sangat penting dilakukan pada bayi kuning untuk mencegah berbagai kelainan tersebut.

Diagnosis infeksi virus CMV dapat dilakukan dengan pemeriksaan serum yaitu memeriksa keberadaan antibodi anti-CMV yang berupa immunoglobulin M (IgM) dan immunoglobulin G (IgG) di dalam darah. Namun pemeriksaan ini belum bisa menunjukkan secara pasti tentang keberadaan virus di dalam hati, karena bisa ditemukan positif atau negatif palsu. Mungkin saja hasil pemeriksaan antibodi yang positif tersebut merupakan antibodi yang diturunkan dari ibu secara maternal.

Identifikasi virus CMV dalam jaringan hati jarang dilaporkan, sehingga untuk membuktikan apakah virus CMV dapat ditemukan pada hati bayi, maka dilakukan pemeriksaan PCR dari hasil biopsi jaringan hati bayi tersebut.

Hasil pemeriksaan serologis menunjukkan terdapat 38,3% bayi terinfeksi virus CMV secara akut, pernah terinfeksi sebanyak 53,2%, dan tidak terinfeksi sebanyak 8,5% bayi. Sedangkan hasil pemeriksaan PCR dari biopsi hati menunjukkan bahwa infeksi virus CMV teridentifikasi pada 68,1% bayi dan 31,9% bayi menunjukkan hasil negatif.

Pemeriksaan PCR memiliki kepekaan yang lebih tinggi dari pemeriksaan serologi. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian ini dimana terdapat bayi dengan pemeriksaan serologi negatif tetapi hasil PCR menunjukkan positif.

Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa bayi kuning tersebut mungkin bukan disebabkan oleh infeksi virus CMV. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan, baik pemeriksaan PCR atau serologis, hasilnya sama sama menunjukkan negatif. Ini mungkin disebabkan oleh salah satu penyebab ini yaitu defisiensi 1-antitripsin (AATD), infeksi virus lainnya atau kelainan genetik, seperti sindrom Alagille dan berbagai jenis kolestasis intrahepatik familial progresif (PFIC)2 yang berkembang menjadi atresia bilier ekstrahepatik atau atresia bilier non ekstrahepatik.

Sebagian besar pasien kolestasis dalam penelitian ini adalah IgG anti-CMV seropositif, dengan infeksi CMV akut atau sebelumnya. Virus CMV terdeteksi di lebih dari 50% jaringan biopsi hati. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa PCR dapat digunakan sebagai teknik yang rutin untuk mengidentifikasi infeksi virus CMV di jaringan hati.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, khususnya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga atas dukungan dana dan semua pasien yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini.

Oleh: Alphania Rahniayu, Gondo Mastutik, Willy Sandhika, S. Eriaty N. Ruslan,

Anny Setijo Rahaju, Bagus Setyoboedi, Erna Sulistyani

Author E-mail: gondomastutik@fk.unair.ac.id, gondomastutik@gmail.com

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/presentation-of-human-cytomegalovirus-hcmv-in-liver-tissues-of-ch