Universitas Airlangga Official Website

Apa saja dan Bagaimana Vitamin Berperan dalam Imunitas?

Foto by Bobo ID

COVID-19 melanda kita di awal tahun 2020 dan selama lebihd ari 2 tahun berdampak pada segala aspek kehidupan termasuk dampak ekonomi, kesehatan bahkan meningkatkan kematian secara signifikan. Dalam waktu tiga bulan setelah penemuannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Tidak dapat disangkal bahwa gizi memainkan peran penting dalam kekebalan, bahkan sebelum pandemi COVID-19. Sel-sel dalam tubuh, terutama yang berada dalam sistem kekebalan, membutuhkan gizi yang cukup untuk berfungsi dengan baik. Akan tetapi, derajat gizi buruk / malnutrisi terutama defisiensi mikronutrien masih tinggi dan sebagian besar defisiensi mikronutrien tidak menunjukkan gejala klinis yang nyata. Salah satu peran utama mikronutrien adalah untuk perekrutan terkoordinasi respon imun bawaan dan adaptif terhadap infeksi virus, serta modulasi respon host pro dan anti-inflamasi. Beberapa vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B, C, D, E, folat, seng, besi, selenium, dan tembaga, berperan dalam mendukung kekebalan bawaan dan adaptif. Kekurangan gizi selanjutnya mempengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh dan menurunkan resistensi terhadap infeksi. Bahkan, sebelum vaksin ditemukan, para ahli banyak menggaungkan bahwa pencegahan utama dari COVID-19 ini adalah dengan makan bergizi.

Penulis melakukan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk menggali peran vitamin dalam mendukung sistem kekebalan tubuh untuk mencegah COVID-19. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan lima database elektronik (Google Scholar, Semantic Scholar, ScienceDirect, PubMed, dan PMC). Beberapa temuan menarik terkait peran vitamin dalam kaitannya dengan kekebalan tubuh. Pertama, vitamin A yang berfungsi sebagai imunitas bawaan (innate) dan humoral melalui regulasi, diferensiasi, dan pematangan fungsi sel sistem imun serta mensintesis imunoglobulin sebagai imunitas humoral. Vitamin B kompleks terutama berperan dalam mengurangi tingkat peradangan dengan menurunkan serum C-reactive protein (CRP). Vitamin C meningkatkan sistem kekebalan dengan memperkuat penghalang epitel, fagosit, limfosit T dan B, dan mediator inflamasi, antara lain. Vitamin D berfungsi sebagai mediator dalam Vitamin D Receptor (VDR), elemen dalam dari sistem imun yang mengatur sistem imun humoral dan adaptif melalui transkripsi genetik yang unik. Last but not least, vitamin E bertindak sebagai antioksidan, mengurangi pembentukan spesies oksigen dan nitrogen reaktif (ROS dan RNS). Masing-masing vitamin memainkan peran tertentu kemudian mereka bekerja sama dalam menghilangkan patogen penyebab COVID-19. Bacalah makalah ini untuk mendapatkan pemahaman rinci tentang mekanisme vitamin dalam meningkatkan kekebalan.

Penulis: Nila R. Haryana, Qonita Rachmah, Mahmud Aditya Rifqi, Rian Diana, Dominikus R. Atmaka, Stefania W. Setyaningtyas, Aliffah N. Nastiti, Asri M. Agustin

Artikel dapat ditemukan pada link berikut:

https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/36127/22530

Penulis Artikel Populer: Qonita Rachmah