Universitas Airlangga Official Website

Analisis Protein Royal Jelly Bee Apis Mellifera Carpatica sebagai Calon Imunoterapi pada Gangguan Reproduksi

Foto oleh Pinterest

Protein Royal Jelly Bee Apis Mellifera Untuk Gangguan Reproduksi

Lebah madu jenis Apis mellifera merupakan jenis lebah utama yang dibudidayakan hampir di semua negara termasuk Indonesia. Di Indonesia, Royal Jelly dikenal sebagai susu ratu lebah. Royal Jelly adalah makanan ratu lebah dan larva (calon) lebah yang berumur 1 sampai 3 hari. Diketahui bahwa pengetahuan masyarakat tentang khasiat Royal Jelly sudah dikenal sejak awal peradaban manusia. Bahka bangsawa Eropa, Timur Tengah, dan Asia menempatkan Royal Jelly pada menu makanan sehari-hari sebagai suplemen makanan untuk menjaga dan meningkatkan vitalitas kesehatan mereka. Dalam lingkup peradaban Islam, peran lebah dan khasiat madu mendapatkan tempat khusus dalam dunia pengobatan. Salah satunya, royal jelly bee dianggap mampu memberikan manfaat bagi gangguan reproduksi.

Metode dan Hasil Studi

Studi ini menggunakan konversi nukleotida yang menjadi asam amino. Hasil penelitian menemukan bahwa enam protein Royal Jelly Apis mellifera carpatica adalah epitop, antigenik, dan tidak beracun. Alergen dan tiga protein Royal Jelly, Apis mellifera carpatica, tidak menyebabkan alergi. Pada penelitian ini, struktur tiga dimensi belum ditemukan dan membuka peluang untuk studi proteomik protein Royal Jelly Apis mellifera carpatica, termasuk isolasi protein.

Simpulan

Untuk penelitian ini menyimpulkan bahwa Royal Jelly Apis dapat digunakan sebagai dasar penggunaan bahan imunoterapi terhadap protein khususnya yang berkaitan dengan sistem reproduksi.

Penulis: Dr. Maslichah Mafruchati M.Si.,drh

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.phcogj.com/article/1839

Pharmacognosy Journal

2022 Pharmacognosy Journal

E- ISSN: 0975-3575