Universitas Airlangga Official Website

Penerapan Teknik CARL pada Prioritas Masalah Surveilans COVID-19

Foto oleh ringsatu.co

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah salah satu penyakit menular yang terjadi di Indonesia dan negara lain.  Tingginya arus masuk wisatawan dari luar negeri menyebabkan Sulawesi sangat rentan terhadap penyebaran penyakit transnasional seperti COVID-19. Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus COVID-19 yang relatif tinggi per 16 Oktober 2020, yaitu 17.286 kasus terkonfirmasi dengan 442 kematian. Makassar merupakan salah satu kota besar di Sulawesi Selatan dan memiliki jumlah kasus terbanyak. Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kota Makassar pada 17 Oktober 2020, 9.098 kumulatif positif COVID-19 dengan 282 kasus positif meninggal.

Pemeliharaan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit memerlukan dukungan data dan informasi melalui sistem surveilans epidemiologi penyakit secara rutin dan terpadu sebagai bagian dari sistem surveilans epidemiologi kesehatan. Begitu juga dengan masalah COVID-19 membutuhkan upaya pengendalian yang memadai dan menyeluruh. Upaya tersebut harus didukung dengan menyediakan data dan informasi yang tepat dan akurat secara sistematis dan berkesinambungan melalui sistem pengawasan yang baik

Teknik penetapan prioritas masalah yang diterapkan adalah dengan menggunakan metode CARL. Metode CARL yaitu C adalah Capability (ketersediaan sumber daya), A adalah Accessibility (kemudahan), R adalah Readiness (kesiapan dari tenaga pelaksana maupun kesiapan sasaran), dan L adalah Leverage (seberapa besar pengaruh kriteria yang satu dengan yang lain dalam pemecahan masalah). Metode ini bertujuan untuk menetapkan masalah yang akan menjadi prioritas dari hasil identifikasi masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview kepada 4 orang informan yang terdiri dari koordinator dan staf di program surveilans COVID-19.   

Alternatif pemecahan prioritas masalah adalah pengembangan laporan Penyelidikan Epidemiologi COVID-19 yang mudah dan sederhana melalui aplikasi Epi info sehingga petugas surveilans mau dan konsisten dalam melakukan pelaporan Penyelidiakan Epidemiologi COVID-19. Selanjutnya pengembangan laporan harian berupa data individu dan agregat menggunakan aplikasi tidak berbayar yaitu google spreadsheet untuk memudahkan user dalam hal ini adalah Koordinator Surveilans COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Makassar. Data Individu dan agregat tersebut yang diperoleh dari aplikasi google spreadsheet akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan secara mudah, tepat dan cepat Sumber data adalah hasil penyelidikan epidemiologi dari petugas Surveilans di Puskesmas seluruh wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar setiap hari mendapatkan notifikasi dari Dinas Provinsi Sulawesi Selatan kepada Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Penulis : Fatmasari, Fariani Syahrul,  Zakiah Drajat, dan Eva Flourentina Kusuma

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat di:

https://e-journal.unair.ac.id/IJTID/article/view/29378

Fatmasari, Fariani,S.,  Zakiah,D., Eva F.K. (2022)  Analysis of COVID-19 Surveillance System at Makassar City Health Office 2020. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 10(2), 83-92.